Gablok Pecel Semarangan, Menu Sarapan Murah Meriah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Pecel menjadi salah satu kuliner yang banyak dijumpai di berbagai tempat, termasuk di Semarang. Namun, berbeda dengan pecel kebanyakan, pecel Semarangan tidak menggunakan nasi atau lontong sebagai pelengkap, namun gablok.

Meski sama-sama berbahan baku beras, gablok dibuat dengan cara menumbuk nasi menggunakan alu, hingga padat. Beberapa penjual, biasanya menambahkan kelapa parut dan sedikit garam, agar rasa gablok lebih gurih.

Setelah tertumbuk, kemudian dipadatkan dan bisa dipotong. Untuk rasanya, tidak jauh beda dengan lontong, ketupat atau nasi, namun memiliki tekstur yang berbeda.

Seperti menu pecel biasanya, gablok pecel disajikan bersama dengan beragam sayuran. Mulai dari bayam, kacang panjang, hingga kecambah. Ada juga yang menambahkan kecipir dan bunga turi.

Kedua jenis sayuran ini termasuk istimewa, sebab tidak selalu ada, tergantung musim tanam. Gablok pecel semakin nikmat ketika disiram bumbu kacang. Rasa manis pedas bercampur jadi satu.

Sebagai pelengkap, ada beragam pilihan. Mulai dari aneka gorengan, sepert bakwan, mendoan hingga tahu susur atau tahu isi, kerupuk, hingga mie goreng.

Tidak hanya menawarkan rasa yang enak dan mengenyangkan, harga pecel gablok pun murah meriah. Untuk satu porsinya dibanderol sekitar Rp3.500. Kalau kurang kenyang, satu porsi lagi gablok pecel pun tidak membuat kantong bolong.

Untuk bisa menikmati gablok pecel, hampir di setiap pasar tradisional di Semarang, bisa menemukan penjual gablok pecel. Namun ada juga yang berjualan mandiri di rumah, salah satunya Suwati, yang berjualan di depan rumah milikya, di jalan Iwenisari, Tembalang, Semarang.

Suwati, saat berjualan gablok pecel di depan rumah miliknya, di jalan Iwenisari, Tembalang, Semarang, Minggu (28/6/2020). Foto: Arixc Ardana

Wanita 50 tahun ini mengaku sudah bertahun-tahun berjualan gablok. Peminatnya, selain dari tetangga kanan kiri, juga masyarakat umum. Terutama para mahasiswa Undip yang banyak tinggal kos di sekitar wilayah tersebut.

“Biasanya ramai yang beli, selain tetangga kanan kiri, juga para mahasiswa. Namun karena sekarang sedang ada pandemi, kampus libur jadi mahasiswa banyak yang pulang ke kampung halaman, pembeli agak berkurang,” paparnya, Minggu (28/6/2020).

Dipaparkan, untuk membuat gablok cukup mudah, nasi yang sudah matang, tinggal ditumbuk menggunakan alu yang dilapisi plastik, agar tidak lengket.

“Hanya nasi yang ditumbuk, jadi gablok, warnanya putih bersih. Kalau gendar beda lagi, nasinya sudah diberi bleng atau ragi, jadi warnanya agak kekuningan dan tekstur lebih kenyal,” paparnya.

Diterangkan, gablok pecel hanya ada di pagi hari dan memang khusus untuk menu sarapan. Pembeli pun bebas memilih lauk yang disediakan, selain aneka gorengan, juga ada yang lain, seperti telur goreng, mie goreng, dan menu lain.

Maklum saja, selain berjualan gablok, dirinya juga membuka warung makan.

“Bebas mau pakai lauk apa saja, asal suka dan doyan. Intinya gablok pecel, sama seperti nasi pecel, hanya saja nasinya diganti gablok,” jelasnya lagi.

Sementara, salah seorang pembeli Endar, mengaku hampir setiap Sabtu-Minggu selalu membeli gablok pecel. Tidak hanya dinikmati sendiri, namun juga berbagi bersama saudara-saudaranya.

“Gablok pecel jadi menu sarapan setiap Sabtu-Minggu. Rasanya enak, murah dan mengenyangkan,” terangnya.

Diakuinya, meski saat ini ada beragam menu sarapan yang bisa dipilih, namun dirinya tetap menggemari gablok pecel. Bahkan, karena produksi gablok terbatas, seringkali dirinya mendapat pesanan membelikan untuk saudara-saudaranya.

“Kebetulan rumah saya, dekat dengan penjual gablok, jadi sering kali saya diminta tolong sekalian membelikan untuk para keponakan. Soalnya kalau sudah siang sedikit, gablok pecelnya keburu habis,” imbuhnya.

Endar mengaku suka gablok pecel, karena dari bahan gablok, terbuat dari nasi tanpa diberi ragi, serta jenis sayuran yang digunakan.

“Jarang-jarang ada penjual pecel, pakai sayur kecipir dan kembang turi. Buat yang suka makanan vegetarian, gablok pecel juga bisa jadi pilihan, sebab bahan-bahannya alami, sayuran menyehatkan,” pungkasnya.

Lihat juga...