Gelombang Pasang Merusak Perahu Sejumlah Nelayan Lamsel

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Gelombang pasang disertai angin kencang yang terjadi di penghujung Mei, berimbas kerusakan alat tangkap nelayan di Kalianda, Lampung Selatan. Imbas gelombang pasang, angin kencang disertai banjir rob, sejumlah perahu juga mengalami kerusakan ringan.

Sapardin, nelayan setempat mengaku perahu miliknya rusak pada bagian katir. Alat penyeimbang perahu sepanjang enam meter patah, imbas terbentur batu karang. Sementara nelayan lainnya mengalami kerusakan alat tangkap.

Gelombang pasang disertai banjir rob yang terjadi, juga membuat nelayan berhenti melaut. Meski sudah reda, namun ia  mengaku harus memperbaiki kerusakan alat tangkap. Penggantian katir, perbaikan lambung kapal dilakukan secara swadaya. Sebagian nelayan yang memiliki perahu ukuran lebih besar memperbaikinya di tempat docking.

Sapardin, nelayan Kalianda, Lampung Selatan, melakukan penggantian katir perahu, Senin (1/62020). -Foto: Henk Widi

“Saya memilih melakukan perbaikan dengan mengganti katir, semula dari pipa pvc, kini memakai bambu karena kerusakan terparah pernah terjadi saat tsunami Desember 2018, kini imbas gelombang pasang malam hari efeknya merusak perahu,” terang Sapardin, saat ditemui Cendana News, Senin (1/6/2020).

Nelayan lain bernama Suyanto, memperbaiki perahu di tempat pengedokan (docking). Bagian lambung perahunya mengalami keretakan dan berpotensi bocor. Perbaikan dilakukan dengan mengganti papan dan menambalnya memakai dempul. Imbas gelombang pasang, perahu yang ditambatkan pada tepi pantai terbentur perahu lain dan batu karang.

Selama kondisi cuaca belum membaik, Suyatno tidak melaut dan menunggu perahu selesai diperbaiki. Perbaikan pada bagian lambung perahu, menurutnya bisa diselesaikan dalam waktu sepekan. Setelah proses perbaikan, dibutuhkan waktu pengeringan dempul serta bagian cat pada lambung kapal.

“Sembari menunggu kondisi perairan membaik, selain bagian perahu dilakukan juga perbaikan alat tangkap jenis jaring rampus,” cetusnya.

Selain merusak perahu nelayan di pesisir Kalianda, gelombang pasang merusak sejumlah bagan apung dan perahu di Bakauheni.

Marjaya, salah satu pemilik bagan apung di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, menyebut bagan mengalami kerusakan pada bagian tiang penopang. Setelah kondisi cuaca membaik, ia menepikan bagan apung untuk perbaikan.

Perahu yang tidak sempat diselamatkan, salah satunya bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Perahu dengan panjang sekitar 6 meter warna hijau sempat karam dan pecah menjadi beberapa bagian. Bantuan pada 2019 untuk kebutuhan pariwisata pantai Minangruah tersebut kini dibiarkan teronggok di pantai.

“Perahu berbahan fiber hancur, namun sebagian perahu nelayan lain juga rusak bagian katir,” cetusnya.

Fenomena gelombang pasang kerap terjadi di pesisir pantai Selat Sunda. Sebagian nelayan, menurut Marjaya kerap melakukan ronda malam saat gelombang pasang. Sebab, sebagian perahu yang terimbas gelombang berpotensi hanyut terbawa arus.

“Jika tidak diamankan ke daratan, akibat hantaman ombak perahu bisa hancur seperti bantuan perahu dari KKP,” pungkasnya.

Lihat juga...