Gelombang Tinggi, Sampah Menumpuk di Pantura Flores

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Angin kencang disertai gelombang tinggi yang melanda Pantai Utara (Pantura) Flores sejak awal Juni 2020 membuat sampah menumpuk di berbagai pesisir pantai utara Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini terlihat di beberapa wilayah muara kali dan juga permukiman warga di Kampung Wuring dan Kampung Bebeng di Kelurahan Wolomarang serta Kampung Garam di Kelurahan Kota Uneng termasuk di areal sekitar TPI Alok kota Maumere.

“Saat ada gelombang kencang sampah pasti menumpuk di wilayah kami karena terbawa gelombang besar,” kata Nurhayati, warga Kampung Wuring Kelurahan Wolomarang Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (10/6/2020).

Nurhayati menyebutkan, kebanyakan sampah yang terbawa angin dan gelombang merupakan sampah plastik yang sering dibuang ke laut oleh warga yang berdiam di pesisir pantai.

Selain itu sebutnya, sampah juga dibuang di saluran air atau bantaran kali mati sehingga saat hujan selama beberapa hari terakhir menyebabkan sampah terbawa ke laut.

“Sampah di sini banyak sekali bahkan sudah menumpuk bertahun-tahun hingga hampir semeter. Maka warga menimbunnya untuk ditutupi dengan tanah sebagai pondasi rumah,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Abdul Sukur, warga Kampung Bebeng yang menyebutkan, masih banyak warga yang menetap di pesisir pantai di Kota Maumere membuang sampah ke laut.

Abdul Syukur, salah seorang warga Kampung Bebeng, Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui, Rabu (10/6/2020). Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...