Gerakan Berbelanja di Warung Tetangga Solusi Bangkitkan Perekonomian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Gerakan Berbelanja di Warung Tetangga dinilai bisa menjadi salah satu solusi untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi covid-19. Seperti halnya yang dilakukan warga Vila Bukit Tidar (VBT) kota Malang.

Difasilitasi Satgas covid-19 VBT, warga VBT kini mulai menjalankan aktivitas berjualan kembali melalui Whatsapp grup Pasar Online VBT, dimana semua pedagang dan pembeli merupakan warga VBT.

“Yang jelas berbelanja di warung tetangga melalui pasar online ini memang sengaja kami buat untuk menjawab tantangan ekonomi di era New Normal di masa pandemi Covid-19,” jelas Ketua Satgas COVID-19 VBT, Akhmad Muwafik Saleh, saat ditemui di posko Covid VBT, Jumat (5/6/2020).

Ketua Satgas Covid-19 VBT, Akhmad Muwafik Saleh, menunjukkan WA grup pasar online Berbelanja di Warung Tetangga, ditemui di posko Covid VBT, Jumat (5/6/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Menurutnya, di era New Normal ini tidak cukup hanya memberikan kebebasan kembali beraktivitas kepada masyarakat. Tetapi warga juga harus dibantu dalam rangka menghadapi New Normal, supaya perekonomian mereka masih bisa bergerak dengan baik.

“Oleh karena itu, momentum New Normal ini kita buat pasar online untuk membangkitkan ekonomi warga. Hanya saja untuk sampai pada pasar online yang ideal dengan menggunakan aplikasi khusus masih harus dilakukan secara bertahap,” ucapnya.

Karena memang masih ada banyak persoalan yang harus dihadapi. Persoalan warga yang belum terbiasa dengan pemasaran online. Persoalan warga yang belum mampu membuat kemasan dan persoalan-persoalan lainnya yang memang harus perlahan diubah.

“Targetnya ke depan nanti pasar online ini beraplikasi. Dan alhamdulillah kita sudah bicara dengan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) kota Malang, beliau siap untuk mendampingi khususnya terkait pembuatan aplikasi. Sambil menunggu aplikasinya siap, sementara kita manfaatkan WA grup warga untuk pasar online,” imbuhnya.

Disampaikan Muwafik, saat ini pihaknya tengah dalam proses identifikasi siapa saja warga yang memiliki usaha, sementara ini ada hampir 100 pedagang yang sudah tergabung dari berbagai usaha.

Mulai dari usaha makanan dan minuman, sembako, sampai pada jasa seperti tukang pijat maupun tukang bangunan.

“Harapannya semua usaha yang dimiliki oleh warga bisa kita identifikasi, kemudian diantara mereka bisa melakukan transaksi di dalam lingkup warga saja. Jadi tidak perlu mereka belanja ke luar, cukup belanja di tetangga atau warga yang memiliki usaha. Dengan begitu diharapkan uang bisa berputar di dalam warga, sehingga mereka sejahtera bersama.

Ketua RW 11 VBT, Yudi Purwanto, menyebutkan, saat ini yang sudah masuk ke WA grup sebanyak 202 warga. Tapi untuk pedagang sementara baru 74 pedagang yang ada di perumahan ini. Jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

“Kita ingin membangkitkan ekonomi warga melalui pasar online ini. Awalnya hanya beberapa warga saja yang bergabung. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, banyak yang masuk dan banyak yang pesan di pasar online ini. Bagi pedagang yang tidak bisa mengantarkan barangnya ke konsumen, kami fasilitasi kurir dari warga VBT,” tandasnya.

Sementara, Ketua Kadin Kota Malang, Heru Pamungkas, mengaku siap membantu warga VBT jika memang diperlukan. Menurutnya, semangat Kadin dan Satgas Covid-19 VBT sebenarnya sama, yakni ingin memberdayakan UMKM.

Ketua Kadin kota Malang, Heru Pamungkas, siap membantu pembuatan aplikasi pasar online, saat ditemui di posko Covid VBT, Jumat (5/6/2020). Foto: Agus Nurchaliq

“Saya datang ke sini untuk konfirmasi kira-kira apa yang dibutuhkan dari kadin. Karena kami ada teman-teman dari berbagai bidang usaha nanti yang bisa dikolaborasikan dengan semangat ukuwah dan berjamaah. Karena kalau bersama itu kita pasti bisa. Apalagi sekarang zamannya 4.0 digital, sehingga saya pikir efek dari digital marketing ini akan besar,” imbuhnya.

Hanya saja karena memang ini merupakan sesuatu yang baru bagi teman-teman UMKM pada umumnya, sehingga perlu edukasi, transfer pengetahuan dan pembelajaran.

“Ke depan kalau mereka sudah sadar dengan digital marketing ini efeknya besar, dan sudah merasakan hasilnya, maka mereka akan tumbuh semangat baru, yang paling penting jangan membebani mereka dengan biaya dan sebagainya,” terangnya.

Sekretaris Kelurahan, Suparta, menyambut baik antusias warganya untuk kembali memutar kembali roda perekonomian.

“Nanti kami akan sampaikan ke pak lurah, mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa ditularkan ke RW lainnya, bahkan kalau bisa sampai ke kota Malang,” harapnya.

Manfaat dari adanya Gerakan Berbelanja di Warung Tetangga melalui pasar online ini mulai dirasakan oleh warga VBT, salah satunya dua orang pedagang mie pangsit bapak Hardian dan ibu Agustina. Menurut mereka sejak bergabung di grup WA warga pasar online, pelanggannya semakin bertambah.

“Bergabung WA grup sejak dua hari yang lalu dan alhamdulillah sudah ada beberapa pelanggan baru,” akunya.

Dikatakan Hardian, selama dua tahun ia berjualan mie pangsit, pelanggannya justru kebanyakan dari luar VBT, warga juga jarang yang tahu kalau dirinya jualan pangsit.

“Melalui WA grup ini saya berharap pangsitnya bisa semakin dikenal oleh warga VBT,” harapnya.

Sementara Agustina, mengaku sejak pandemi covid-19, penjualannya menurun hingga 70 persen.

“Alhamdulillah ada WA grup ini sehingga sekarang pangsitnya mulai banyak yang memesan. Termasuk pada saat ada kegiatan warga, “pungkasnya.

Lihat juga...