Hama Keong Dimanfaatkan Peternak untuk Pakan Alternatif

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Di tengah situasi pandemi seperti saat ini, para peternak bebek di wilayah Bantul Yogyakarta secara kreatif memanfaatkan hama keong sawah sebagai pakan alternatif ternak mereka.

Selain membantu mengurangi hama tanaman padi, pemberian pakan keong sawah ini juga efektif menekan kebutuhan biaya pakan yang harus dikeluarkan para peternak.

Seperti dilakukan salah seorang peternak bebek, Prihono, asal Dusun Karang Asem, Palbapang, Bantul, Yogyakarta. Sejak lama ia mengaku biasa mencari keong yang merupakan hama tanaman padi untuk diolah menjadi pakan ternak. Biasanya ia berpindah-pindah lokasi untuk mencari keong yang biasa muncul di sawah yang basah atau tergenang air.

“Keong ini sangat bagus sekali sebagai pakan alternatif ternak bebek. Karena memiliki kandungan gizi yang bagus. Ternak juga sangat menyukainya karena merupakan pakan alami. Sehingga bisa menghemat pemberian pakan buatan pabrik,” katanya kepada Cendana News Rabu (24/6/2020).

Memiliki puluhan ekor bebek, Prihono mengaku dapat menghemat biaya untuk kebutuhan membeli pakan pabrikan hingga 50 persen lebih. Jika biasanya 1 kilogram konsentrat bisa habis dalam 2-3 hari, maka dengan pemberian pakan alternatif keong ini ia bisa menghemat konsentrat hingga 5 hari lebih.

“Biasanya keong saya olah dulu dengan cara dihancurkan cangkangnya. Lalu dicampur dengan konsentrat, sisa nasi, serta jagung giling. Setelah itu dicampur air dan diberikan untuk ternak,” katanya.

Meski begitu salah satu kendala pemberian pakan alternatif berupa keong ini sangat bergantung pada waktu atau musim tanam padi. Saat masa awal tanam, keong biasanya akan banyak muncul. Namun saat menjelang panen dan sawah mulai mengering, keong akan sulit untuk ditemukan.

“Kalau di sekitar desa sedang tidak musim keong ya harus cari ke daerah lain. Bahkan sampai ke luar kecamatan bahkan ke luar kabupaten. Tergantung mana daerah yang banyak keongnya ya kita datangi,” ungkapnya.

Lihat juga...