IBL Diskusikan Opsi Lanjutkan Kompetisi Tanpa Penonton

Pebasket Satria Muda Pertamina Gary Jacob Jr (kedua kiri) dihadang pebasket Amartha Hangtuah Steven Wilfredo Neno (kiri), Laquavius Kashaka Cotton (kedua kanan) dan Emilio Dacre Parks, saat pertandingan seri keenam Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020 di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020) – Foto Dok Ant

JAKARTA – Manajemen Liga Bola Basket Indonesia (IBL), masih berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, untuk membahas kelanjutan kompetisi musim 2020 dengan opsi tanpa penonton.

Direktur Utama Liga Bola Basket Indonesia (IBL), Junas Miradiarsyah mengatakan, pembicaraan tersebut dilakukan menyusul sudah adanya protokol yang diterbitkan Kementerian Dalam Negeri dalam menghadapi kenormalan baru. Untuk kegiatan olahraga diminta menggelar pertandingan tanpa penonton. “Dengan adanya kejelasan dari pemerintah (soal normal baru), kami sudah mulai bergerak dan memberitahukan ke sponsor,” ujar Junas, Senin (1/6/2020).

Menurut Junas, IBL akan mendengarkan apa saja yang menjadi perhatian. “Nanti hasil dari pembicaraan itu akan kita bahas dengan klub di pertengahan Juni ini,” tambahnya.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian IBL apabila harus melanjutkan kompetisi tanpa penonton. Selain sponsor, pihak IBL juga mempertimbangkan nihilnya pemasukan yang didapat dari komersial, seperti penjualan tiket maupun merchandise. Belum lagi, persoalan klub yang tentu sangat mempertimbangkan atmosfer berkompetisi yang hilang. Kondisi itu kemungkinan bisa memengaruhi penampilan para pemain. “Kami akan menghargai pendapat masing-masing klub,” tuturnya.

Manajemen IBL saat ini masih menyusun protokol kesehatan yang akan menjadi panduan bagi klub, untuk menggelar latihan di tengah pandemi yang masih mengancam. Sementara protokol untuk penyelenggaraan kompetisi, disebut Junas belum dibicarakan. Masih harus menunggu keputusan resmi pemerintah.

Meski begitu, Junas berharap latihan dan aktivitas klub bisa kembali digelar, terlepas dari dilanjutkan atau tidaknya kompetisi IBL 2020. “Terlepas dari kelanjutannya atau tidak, aktivitas klub kan seperti orang kantoran yang kembali bekerja. Kalau orang klub kan kembali beraktivitas ke lapangan. Berlatih itu, bisa berlatih untuk melanjutkan musim maupun untuk musim baru. Kami ingin ketika mereka kembali beraktivitas, panduannya sudah ada,” ujarnya.

Kompetisi IBL 2020 telah terhenti sejak 13 Maret, dan masih menyisakan dua seri lagi sebelum melaju ke babak playoff. IBL menargetkan bisa memutar kompetisinya lagi dengan langsung memasuki ke babak playoff pada September nanti. (Ant)

Lihat juga...