Isolasi Mandiri di Malang Efektif Mencegah Penularan COVID-19

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (kiri), dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima (kanan) di Kediri, Jawa Timur – Foto Ant

KEDIRI – Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengungkapkan, kebijakan isolasi mandiri dengan tetap dalam pengawasan, berperan efektif dalam menekan penyebaran COVID-19 di daerahnya.

“Sampai hari ini, ada tujuh wilayah yang kami isolasi mandiri dalam pengawasan. Ternyata metode ini sangat efektif mencegah penularan COVID-19. Terbukti, dari wilayah yang kami isolasi mandiri dalam pengawasan, setiap kasus pasien positif dinyatakan sembuh atau selesai isolasinya, tidak terjadi penularan baru,” ungkapnya, Senin (15/6/2020).

Program isolasi mandiri dengan pengawasan tersebut melibatkan berbagai pihak. Semua pihak bergotong royong, sehingga lebih mempercepat proses penyembuhan pasien, dan mencegah penyebaran virus.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri tersebut mengatakan, apresiasi terhadap kinerja jajarannya dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan COVID-19. “Ini semua karena gerak bersama, baik dari Polres Kota Kediri, Kodim 0809 Kediri, OPD terkait, kecamatan, kelurahan hingga jajaran di bawahnya semua kompak. Saat isolasi mandiri kami juga terbantu oleh ‘Si Jamal’ yang kumpulan lembaga amil zakat di Kota Kediri, mereka bisa bantu dari sisi kebutuhan masyarakat yang tidak bisa cepat terkaver oleh APBD, misalkan kebutuhan sayuran,” tuturnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima mengatakan, kinerja yang ditunjukkan dari penanganan hasil positif. Dari sisi kesehatan, tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 di Kota Kediri mencapai 33,33 persen, atau dari 57 orang yang terkonfirmasi positif 19 orang dinyatakan sudah sembuh. “Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Provinsi Jawa Timur sebesar 28,97 persen,” tandasnya.

Fauzan menyebut, di Kota Kediri kematian pasien positif COVID-19 ada satu orang atau hanya 1,75 persen. Sementara tingkat kematian nasional mencapai 5,57 persen, dan tingkat kematian di Provinsi Jawa Timur mencapai 7,93 persen. “Memang dari data jumlah pasien positif yang mencapai 57 orang dengan penduduk Kota Kediri yang hanya 300.000 itu seolah-olah tinggi. Tapi itu terjadi karena kami melakukan pelacakan secara maksimal setiap ada kasus, jadi semua kontak erat pasien positif kami lakukan pengetesan,” jelasnya.

Di Kota Kediri, hingga Senin (15/6/2020), jumlah orang dalam risiko (ODR) 3.680 orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 336 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 40 orang, dan yang terkonfirmasi positif ada 36 orang. Satu masih berstatus dipantau, 19 orang sembuh, dan satu meninggal dunia.

Kota Kediri juga mempunyai rumah sakit yang dikhususkan merawat pasien COVID-19 dengan gejala ringan. Pelayananya dengan memfungsikan RS Kilisuci Kediri atau RSUD Gambiran lama yang ada di Kecamatan Kota, Kediri. Untuk RSUD Gambiran baru yang berada di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, untuk merawat pasien dengan gejala lebih berat. (Ant)

Lihat juga...