Jalan Tembus Gerilya-Soedirman di Purwokerto Telan Anggaran Rp60 Miliar

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Jalan tembus dari Jalan Jenderal Soedirman sampai ke Jalan Gerilya sepanjang 800 meter dengan lebar 26 meter menelan anggaran hingga Rp60 miliar. Anggaran tersebut digulirkan secara bertahap baik dari pemerintah pusat maupun dari APBD.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi di halaman Pendopo Sipanji Purwokerto, Senin (29/6/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi mengatakan, saat ini pembangunan sudah sampai tahap IV. Dan untuk pembangunan tahap ke IV ini, dianggarkan Rp16,5 miliar dari APBN dan Rp19,5 miliar dari APBD.

“Sebenarnya pembangunan belum selesai, tingal finishing saja, namun rencananya akhir tahun ini, jalan tersebut sudah mulai difungsikan,” jelas Irawadi, Senin (29/6/2020).

Pengoperasian jalan tembus tersebut segera dilakukan, karena sudah banyak masyarakat yang mempertanyakan. Selama proses pembangunan berjalan, lokasi jalan tembus juga sudah  banyak dikunjungi orang.

Desain jalan yang menarik, membuat jalan tembus Soedirman-Gerilya ini menjadi icon baru untuk ajang berswafoto. Setiap pagi dan sore, jalan yang sudah dibuka namun belum mulai dioperasionalkan tersebut, dipenuhi dengan warga yang berswafoto.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie mengatakan, pembangunan jalan tembus tersebut, dengan tujuan untuk mengurai kemacetan di pusat Kota Purwokerto. Sebab jalan di depan jalan tembus yang berseberangan dengan SMP Negeri 1 Purwokerto, kerap macet, karena satu arah menuju ke pusat keramaian Alun-Alun Purwokerto.

“Nanti akan kita kaji, pengalihan arus lalu lintasnya seperti apa detailnya, yang pasti tujuan utama untuk mengurai kemacetan Kota Purwokerto,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Banyumas, Achmad Husein menyampaikan, sesuai dengan kebijakan pemkab, untuk pengaspalan jalan tembus menggunakan aspal campuran plastik. Namun, hal tersebut hanya diperuntukan bagi jalan yang didanai oleh APBD Banyumas. Sedang untuk jalan yang menggunakan APBN, bupati mengaku tidak mempunyai kewenangan untuk mengarahkan menggunakan aspal campur plastik.

“Program aspal campur plastik ini kan program Pemkab Banyumas, sehingga kita baru bisa menerapkan pada proyek-proyek yang didanai oleh APBD, kalau proyek yang didanai APBN atau APBD Propinsi, saya tidak mempunyai kewenangan untuk mengarahkan,” jelasnya.

Lihat juga...