KPAID Kepri Rekomendasikan Penundaan Pembukaan Sekolah

Ilustrasi siswa SD di Tanjungpinang, Kepri mengikuti lomba mewarnai sempena hari anti narkoba internasional 2019 – Foto Ant

TANJUNGPINANG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merekomendasi kepada pemerintah daerah setempat, untuk menunda pembukaan sekolah dalam rangka new normal atau kelaziman baru.

Komisioner KPAID Provinsi kepri, Ery Syahrial menilai, kondisi saat ini dan satu bulan ke depan, masih sangat rentan untuk anak-anak. Mereka dapat menjadi korban penyebaran COVID-19.  “Penyebaran COVID-19 di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam masih memprihatinkan. Tentu ini dapat mengkhawatirkan orangtua yang menyekolahkan anaknya,” kafa Ery Syahrial, Senin (1/6/2020).

Ery menyampaikan, selama sekolah ditunda, pemerintah dapat memaksimalkan pembelajaran Dalam Jaringan (Daring), sampai situasi benar-benar kondusif. “Misalnya tidak ada penyebaran virus baru lagi, baru sekolah dibuka kembali,” ujarnya.

Kendati demikian, jika pemerintah berkukuh membuka aktivitas belajar dan mengajar di sekolah. Dia mengembalikan keputusan tersebut kepada masing-masing orangtua siswa. “Kalau orangtua tidak khawatir silahkan, tapi kalau orangtua tidak mau, tidak bisa dipaksa,” imbuhnya.

Dan jika sekolah tetap dibuka di tengah pandemi COVID-19, maka pemerintah harus betul-betul memperhatikan penerapan protokol kesehatan. Harus ada jaminan ke orangtua bahwa sekolah aman. Sehingga orangtua tidak ragu menyekolahkan anaknya.

Apabila ada orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya, sementara sekolah dibuka. Sekolah disarankan menerapkan pembelajaran daring bagi siswa di rumah. Sementara bagi orangtua yang ingin anak-anaknya belajar di sekolah. Juga diperbolehkan ke sekolah, asal mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. “Artinya anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan selama pandemi, sementara keselamatan anak tetap jadi prioritas,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...