Lamsel Pastikan Kesiapan Penerapan Normal Baru

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melakukan berbagai sosialisasi, dalam rangka menuju fase normal baru. Semua unsur pemerintahan hingga tingkat desa dilibatkan, agar penerapan protokol kesehatan dalam masa normal baru berjalan dengan baik.

Supriyanto, Asisten Bidang Pemerintahan dan Ksejahteraan Rakyat Pemkab Lamsel memastikan semua unsur siap sambut new normal. Proses adaptasi dilakukan melibatkan unsur organisasi perangkat daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan dan desa.

Supriyanto mengatakan, butuh waktu sekitar enam pekan hingga new normal dilaksanakan. Berbagai unsur diajak melakukan pendisiplinan, agar new normal berjalan baik.

Pada tahap sosialisasi, Pemkab Lamsel mengandeng TNI, Polri, unsur terkait dalam gugus tugas penanganan, pencegahan Covid-19. Langkah sosialisasi, pemantauan hingga penindakan, akan dilakukan selama 42 hari. Tiga poin penting berkaitan dengan new normal adalah protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

Supriyanto (kiri), Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Pemkab Lamsel dan Madroi (tengah), Camat Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, saat melaksanakan kedisiplinan new normal di pasar Sri Pendowo, Kamis (4/6/2020). -Foto: Henk Widi

“Pendisiplinan masa new normal pada dasarnya untuk menyadarkan masyarakat, bahwa protokol kesehatan merupakan kebutuhan setiap individu agar bisa beradaptasi hidup berdampingan dengan Covid-19, karena belum ada vaksin untuk penyembuhnya,” terang Supriyanto saat ditemui Cendana News di Ketapang, Lamsel, Rabu (4/6/2020)

Pelibatan unsur TNI, Polri, Forkopimcam, menurutnya sangat penting. Sebab, sejumlah pusat kegiatan ekonomi masyarakat pasar tradisional, tempat usaha berada di wilayah kecamatan. Pasar sebagai salah satu potensi kerumunan, tempat aktivitas warga bisa menjadi kluster penyebaran Covid-19. Protokol kesehatan mutlak dilakukan.

Di area pasar tradisional, pengelola diwajibkan untuk menyediakan tempat cuci tangan. Setiap pengujung berupa pembeli, pedagang wajib memakai masker. Saat pendisiplinan tahap awal, langkah teguran diberikan dengan saran mengambil masker di rumah atau membeli. Tahap pendisiplinan pemantauan dilarang memasuki area pasar dan tindakan bisa didenda atau hukuman lain yang disepakati.

“Masyarakat pada era new normal harus terbiasa mengikuti protokol kesehatan, bukan demi orang lain, tapi demi diri sendiri agar tidak tertular Covid-19,” cetusnya.

Supriyanto menambahkan, selain kegiatan ekonomi, sejumlah tempat usaha dan rumah ibadah harus siap untuk normal baru. Sejumlah perusahaan, tempat usaha, wajib menerapkan protokol kesehatan. Tempat cuci tangan, masker dan hand sanitizer wajib disediakan. Selain itu, sejumlah rumah ibadah sesuai kesepakatan bisa dibuka kembali dengan pengaturan jarak.

Camat Ketapang, Madroi, menyebut persiapan masa new normal di wilayahnya melibatkan 17 desa dan berbagai unsur. Unsur yang dilibatkan meliputi tokoh agama Islam, Kristiani, Hindu dan sejumlah pelaku usaha.

“Buku panduan telah diberikan untuk berbagai unsur bidang keagamaan, usaha, pendidikan, yang intinya pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun,” terang Madroi.

Setiap desa diakuinya telah melakukan upaya dengan membuat posko gugus tugas Covid-19. Pembuatan bilik disiinfektan, pembagian masker, penyediaan tempat cuci tangan. Langkah tersebut sudah berlangsung selama tiga bulan, dan akan dilanjutkan selama masa new normal.

Ia mewajibkan penggunaan masker di semua tempat saat di luar ruangan, termasuk tempat ibadah.

Wilayah Ketapang yang memiliki sekitar dua pasar tradisional, menurutnya sangat vital. Sebab, pasar ada di wilayah jalur perlintasan Lampung Timur dan Lampung Selatan. Potensi kontak fisik dengan warga asal luar wilayah sangat tinggi. Saat masa new normal, pendisiplinan wajib dilakukan mulai keluarga hingg desa.

Akhyudoarto, wakil ketua gugus tugas Covid-19 dari perusahaan PT Seapi, mengaku siap menjalankan new normal. Perwakilan pengusaha sektor pengolahan besi baja itu memastikan semua karyawan memenuhi protokol kesehatan.

Lebih dari 130 karyawan diwajibkan memakai masker,cuci tangan dan menjaga jarak. Tindakan keras akan diberikan bagi karyawan tak memakai masker. Selain sanksi ringan, jika berkali-kali akan mendapat SP3, bahkan pemecatan.

Langkah tegas dilakukan saat new normal, menghindari adanya paparan Covid-19. Sebab, sebagian produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut akan dikirim ke luar negeri, sehingga perlu protokol kesehatan ketat bagi karyawan.

Lihat juga...