Lanjutkan Kompetisi, PSSI Bukukan Protap COVID-19

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (26/3/2020) – foto Ant

JAKARTA – PSSI menyusun buku berisi Prosedur Tetap (protap) pencegahan COVID-19, untuk Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020. Aturan tersebut sebagai dasar dari pelaksanaan untuk melanjutkan kompetisi di Oktober mendatang.

“PSSI sudah memiliki protap dan telah dibukukan. Nanti akan dibagikan ke seluruh klub dan suporter. Ini juga termasuk protap untuk tim nasional,” ujar pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Protap tersebut mengadopsi arahan FIFA, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Kesehatan. FIFA sebelumnya menerbitkan petunjuk pelaksanaan kembali kompetisi sepak bola di tengah pandemi COVID-19. Petunjuk dari FIFA disajikan dalam sebuah dokumen resmi berjudul, COVID-19: Medical considerations for a return to footballing activities. Di dalamnya terdapat acuan yang dapat diterapkan untuk meminimalisasi penularan COVID-19, di tengah semua pihak yang terlibat dalam kompetisi.

Kemenpora juga tengah menyusun protokol kesehatan untuk olahraga. Namun, pada 17 Maret 2020, Kemenpora mengeluarkan surat beromor 3.17.4/SET/lll/2020, tentang protokol kewaspadaan pencegahan wabah COVID-19 bagi kegiatan keolahragaan. Sementara Kementerian Kesehatan sudah mempublikasikan beberapa dokumen terkait protokol pencegahan dan penanganan COVID-19 termasuk, Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yang diterbitkan pada 27 Maret 2020.

PSSI mewacanakan untuk melanjutkan Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 mulai Oktober 2020. Usulan tersebut dipaparkan dalam rapat virtual PSSI dengan PT Liga Indonesia Baru, seluruh klub Liga 1 dan 2, serta Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), Selasa (2/6/2020).

PSSI mengklaim, semua klub setuju untuk menggulirkan kembali liga dengan protokol kesehatan yang ketat. Protap dibutuhkan untuk memperkecil potensi penularan COVID-19. PSSI juga menyarankan, semua klub Liga 1 dan 2 untuk bermarkas di Pulau Jawa. Dengan demikian, tim-tim tidak perlu berada di tempat umum yang ramai seperti bandara. (Ant)

Lihat juga...