Lonjakan Wisatawan ke Sumbar Diperkirakan November

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkirakan lonjakan kunjungan wisatawan pada bulan November. Skema ini dihitung dari kondisi pandemi Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia bakal membaik jelang penghujung tahun, serta banyak pegawai yang menikmati libur tahunan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Novrial, mengatakan, pada pertengahan bulan Juli 2020 akan datang, kunjungan wisatawan nusantara akan mulai terlihat. Namun hal itu baru terlihat untuk wisatawan yang merupakan dari provinsi tetangga, seperti Jambi, Bengkulu, dan Riau.

Sedangkan memasuki bulan Agustus, secara perlahan wisatawan nusantara dari berbagai daerah di Indonesia akan mulai ramai masuk ke Sumatera Barat. Skema dan perkiraan ini dihitung dari kondisi masing-masing daerah, dimana penanganan Covid-19 mulai membaik.

“Pemerintah pusat telah menyatakan bahwa tanggap darurat Covid-19 berakhir pada Desember 2020. Artinya jelang Desember akan banyak daerah yang mulai melakukan kunjungan wisata, termasuk ke Sumatera Barat,” katanya, Senin (29/6/2020).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Novrial, Senin (29/6/2020). -Foto: M. Noli Hendra

Untuk mempersiapkan kondisi yang demikian, Dinas Pariwisata menyatakan telah mempersiapkan dari segi keamanan kesehatan. Di mana seluruh pelaku pariwisata melakukan tes swab, termasuk pekerja hotel, sopir bus, agan travel, dan pihak-pihak yang terlibat dengan pariwisata lainnya.

“Kita melakukan persiapan untuk keamanan kesehatan orangnya. Sudah ribuan orang yang dilakukan tes swab. Sejauh ini hasilnya non reaktif Covid-19,” ujarnya.

Dengan adanya skema dan persiapan kedatangan pengunjung, Dinas Pariwisata optimis pariwisata di Sumatera Barat kembali bergairah. Begitu juga untuk tahun 2021 mendatang, diharapkan kondisi pariwisata di Sumatera Barat kembali normal.

“November itu akan banyak memanfaatkan liburan tahunan atau liburan lebaran. Nah Sumatera Barat bakal jadi daerah kunjungan,” tegasnya.

Namun dalam menyambut wisatawan dalam kondisi wabah Covid-19 ini, protokoler kesehatan harus dipatuhi. Bahkan untuk wisatawan jalur udara melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) harus melakukan tes swab dan rapid test.

Begitu juga untuk jalur darat, setiap pengunjung harus melakukan rapid test. Tujuannya, agar bisa memastikan kondisi kesehatan setiap orang yang berwisata ke Sumatera Barat.

Terkait kesiapan tes swab dan rapid test, Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Barat, Erman Rahman, mengatakan, seiring menyambut kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat di era new normal, soal ketersediaan alat tes swab dan rapid test telah cukup.

“Betul, bapak Gubernur telah menyatakan bahwa dengan telah dibukannya objek wisata. Maka pelaku pariwisata dan begitu juga untuk wisatawan harus di pastikan kondisi kesehatannya, caranya dilakukan tes swab dan rapid test,” ujarnya.

Sedangkan terkait kekurangan rapid test di Dinas Kesehatan, saat ini BPBD tengah menyiapkan anggaran untuk mendatangkan kebutuhan rapid test dimaksud. Setidaknya ada 40.000 rapid test yang diusulkan Dinas Kesehatan ke BPBD.

“Kita harus segera memenuhi permintaan dari Dinas Kesehatan ini, karena wisatawan dipastikan akan ramai datang ke Sumatera Barat. Anggaran tengah kita persiapkan,” sebut dia.

Menurutnya, untuk membeli 40.000 rapid test membutuhkan biaya yang cukup besar. Terkait hal ini, sebelum BPBD membeli rapid test-nya, BPBD sendiri akan melakukan koordinasi dengan Gubernur Sumatera Barat.

“Intinya kebutuhan rapid test akan kita penuhi. Moga-moga, segera datang rapid test-nya, sehingga penanganan Covid-19 di Sumatera Barat lebih maksimal sisi pariwisata,” harapnya.

Lihat juga...