Masa ‘New Normal’ Pegiat Literasi di Lamsel Keliling Tebar Buku

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Masa kenormalan baru (new normal) mulai digunakan oleh pegiat literasi untuk kembali menebar buku.

Ardiyanto, pegiat literasi motor Perahu Pustaka di Lampung Selatan (Lamsel) menyebut, sudah dua bulan lebih ia berhenti berkeliling membawa buku. Sebelumnya dengan membawa motor ia rutin berkeliling ke sejumlah dusun menyambangi anak-anak untuk membaca buku.

Ardiyanto, pegiat literasi motor Perahu Pustaka memanfaatkan waktu new normal dengan memulai berkeliling membawa buku kepada anak-anak pesisir pantai Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (4/6/2020) – Foto: Henk Widi

Memanfaatkan motor perpustakaan keliling bantuan dari Perpustakaan Nasional kegiatan menebar buku kembali dilakukan.

Ia memilih membawa buku terbatas di dalam desa tempat tinggalnya. Selama masa belajar dari rumah sebagian anak-anak usia TK hingga SMP memilih memanfaatkan waktu luang untuk bermain.

Sebagian anak-anak yang tinggal di tepi pantai Minangruah menjadikan perahu sebagai tempat bermain. Objek wisata yang selama dua bulan lebih ditutup dari aktivitas kunjungan wisata jadi lokasi favorit untuk bermain.

Bentuk kepedulian bagi anak-anak selama masa new normal ia memilih melakukan aktivitas menebarkan budaya membaca bagi generasi muda.

“Selama ini sektor literasi khususnya budaya membaca di kalangan anak-anak di pedesaan terabaikan selama masa pandemi Covid-19,namun setelah masa new normal saya kembali berkeliling mengajak mencintai buku,” terang Ardiyanto saat ditemui Cendana News, Kamis (4/6/2020).

Edukasi terkait protokol kesehatan menurut Ardiyanto telah didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sebanyak puluhan buku telah dikirim kepada pegiat literasi dengan jenis buku informasi mengenai kesehatan. Buku bergambar yang dikirim sebulan silam menurutnya belum dibawa berkeliling kepada anak-anak.

Sebagai pegiat literasi, edukasi bagi anak-anak selama pandemi Covid-19 menurutnya sangat penting. Kepada anak-anak yang tinggal di pesisir pantai dianjurkan untuk tetap mencuci tangan dengan sabun. Melalui sejumlah buku yang berisi edukasi mengenai cara menjaga kesehatan ia ikut membantu anak-anak untuk tetap menjaga kesehatan.

“Saya tetap ingin mengedukasi anak-anak agar tetap rajin membaca buku karena banyak pengetahuan yang bisa diperoleh dari buku,” terang Ardiyanto.

Kegiatan tebar buku yang diprioritaskan pada anak-anak kampung nelayan menurut Ardiyanto, sangat penting. Sebab sebagian anak di pesisir pantai tersebut kerap tidak memiliki fasilitas smartphone untuk mengakses informasi.

Pilihan membaca buku yang dibawa olehnya memakai motor bisa menjadi cara untuk mengajarkan anak untuk tidak melupakan aktivitas belajar.

Ardiyanto menyebut mendengar keluhan anak-anak usia sekolah yang bosan selama di dalam rumah. Terlebih sebagian anak yang biasanya kerap belajar di sekolah sejak 16 Maret 2020 silam tidak berangkat ke sekolah.

Sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Lampung Selatan Nomor:421/1881/IV.02/2020 kegiatan belajar di rumah hingga 20 Juni mendatang.

“Masa belajar di rumah yang diperpanjang tentunya membuat bosan sehingga saat new normal saya mulai kembali membawa buku berkeliling,” tegasnya.

Ardiyanto menambahkan dengan buku-buku bergambar koleksi miliknya disukai anak-anak. Sebab selama ini anak-anak usia SMP masih mendapatkan tugas akhir dari guru untuk kenaikan kelas.

Tugas yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp tersebut sebagian telah dikerjakan. Namun setelah kewajiban mengerjakan tugas kegiatan membaca buku bergambar menjadi sebuah hiburan.

Selama masa new normal Ardiyanto juga membuka rumahnya untuk didatangi anak-anak. Memiliki koleksi buku hingga ribuan buah anak-anak bisa meminjam buku untuk dibaca.

Buku bacaan didominasi cerita bergambar dimanfaatkan anak-anak selama masa belajar di rumah. Usai masa pandemi Covid-19 berakhir ia memastikan akan kembali berkeliling ke sejumlah desa lain untuk menebar buku dalam upaya meningkatkan budaya literasi.

Masa belajar di rumah selama masa pandemi Covid-19 dimanfaatkan anak-anak pesisir untuk membaca buku di atas perahu orang tua, Kamis (4/6/2020) – Foto: Henk Widi

Asmiati, salah satu anak yang duduk di bangku SMP mengaku dua bulan belajar di rumah ia tetap mengerjakan sejumlah tugas. Sebab sesuai jadwal kegiatan bagi rapor penilaian akhir akan dilakukan tanggal 20 Juni mendatang.

Selanjutnya dilanjutkan libur panjang hingga 20 Juli. Usai semua tugas dilakukan kegiatan bermain jadi pilihan. Kehadiran pegiat literasi yang membawa buku menurutnya sekaligus menjadi pilihan untuk membaca buku.

Sejumlah buku yang dipilih untuk dibaca dan boleh dipinjam dominan merupakan buku cerita. Sejumlah buku cerita yang dipilih merupakan buku terkait kesehatan selama masa pandemi Covid-19. Sebagai siswa kelas VII ia menyebut, tetap bisa mengatur waktu belajar di rumah diselingi dengan membaca buku.

Lihat juga...