Memasuki New Normal, Jam Operasional Minimarket di Kudus Diminta Dikembalikan

Stiker jam operasional minimarket tertempel di pintu masuk minimarket di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah – Foto Ant

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diminta mengatur kembali jam operasional minimarket, sesuai Peraturan Daerah (Perda) No.12/2017, tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan.

Khususnya, jam operasional ketika new normal diberlakukan. “Perubahan jam operasional minimarket. Karena pandemi penyakit virus corona (COVID-19). Setelah memasuki masa new normal atau tatanan kehidupan baru, aturan jam operasional sudah selayaknya dikembalikan,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Sulistyo Utomo, Minggu (31/5/2020).

Sejak 17 Maret 2020, jam operasional minimarket diubah mulai pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB. Sedangkan sebelum COVID-19 atau sesuai Perda nomor 12/2017, jam operasional mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Apabila jam operasional belum disesuaikan dengan perda, legislatif akan menindaklanjuti dengan memanggil pihak eksekutif.

Terkait hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, M. Hartopo mengungkapkan, belum bisa memberikan ketegasan mengenai penyesuaian jam operasional minimarket. Pada pemberlakukan new normal, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. “Bisa saja disesuaikan lagi. Tetapi nanti kami lihat evaluasi kondisi tatanan kehidupan baru terlebih dahulu,” ujarnya.

Mengenai pemberlakuan protokol kesehatan, sebelumnya Pemkab Kudus telah mewajibkan pengelola untuk menaatinya. Seperti penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer atau cairan pembersih tangan, menjaga jarak, hingga melarang pengunjung yang tidak bermasker untuk masuk ke toko.

Dalam rangka persiapan pemberlakuan tatanan kehidupan baru, Pemkab Kudus bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga menyiapkan posko terpadu yang personelnya melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perdagangan. Personel posko terpadu diharapkan bisa memantau pengunjung minimarket utamanya mengenai ketaatan mengikuti protokol kesehatan. Ketika dijumpai pengunjung yang tak bermasker, perlu diingatkan agar memakai masker.

Hal terpenting lainnya, setiap pusat perbelanjaan harus menyiapkan tempat cuci tangan, karena tercatat ada beberapa pusat perbelanjaan yang masih kurang dalam hal penyediaan tempat cuci tangannya. Termasuk sarana cuci tangan yang memenuhi ketentuan. (Ant)

Lihat juga...