Museum Memorial HM Soeharto Penuhi Syarat, Kembali Terima Pengunjung

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Asosiasi Museum di wilayah Yogyakarta, Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY menyatakan, Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto yang terletak di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul sudah memenuhi persyaratan protokol kesehatan untuk bisa kembali menerima pengunjung. 

Hal itu disampaikan Ketua Umum Barahmus DIY, Bambang Widodo saat meninjau secara langsung kegiatan simulasi protokoler penanganan pandemi covid-19 yang digelar pengurus Museum Memorial HM Soeharto, Senin (29/6/2020) siang.

“Saya cek Museum HM Soeharto ini sudah memenuhi persyaratan (protokol kesehatan) yang diberikan pemerintah. Mudah-mudahan bisa segera diikuti museum-museum yang lain,” ujar Bambang.

Ketua Umum Barahmus DIY, Bambang Widodo, Senin (29/6/2020). -Foto: Jatmika H Kusmargana

Bambang menyatakan melalui pendekatan-pendekatan maupun rapat virtual yang diikuti 38 museum di DIY, Barahmus sepakat untuk mendorong seluruh museum mempersiapkan diri dalam memenuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Hal itu diperlukan agar museum di DIY memiliki kesiapan menuju kenormalan baru.

“Barhamus tidak akan memaksakan seluruh museum. Silakan membuka kembali kunjungan sesuai kemampuan masing-masing. Kalau memang sudah mampu silakan. Museum HM Soeharto ini merupakan museum kedua di DIY yang telah dinyatakan siap. Kemarin Museum Tembi sudah mulai buka. Sementara setelah ini Museum Kirti Griya, Wayang Kekayon serta Museum Monumen Jogja Kembali juga akan menyusul,” katanya.

Pengurus Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Gatot Nugroho, sendiri menyatakan 100 persen siap membuka kembali kunjungan museum pada awal Juli ini 2020. Hal itu tak lepas karena pihak pengelola telah mampu melaksanakan protokoler kesehatan penanggulangan Covid-19 sesuai ketetapan pemerintah.

Pengurus Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Gatot Nugroho, Senin (29/6/2020). -Foto: Jatmika H Kusmargana

Mulai dari melakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap pengunjung, menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer, menjalankan social distancing, membekali masker dan pelindung diri bagi setiap karyawan hingga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di lingkungan museum.

“Intinya kita siap. Tinggal realisasi saja. Meskipun tetap kita lakukan secara bertahap. Seperti pengunjung dibatasi maksimal sebanyak 50 orang per hari. Penjadwalan kunjungan bagi rombongan pengunjung dari instansi atau pun sekolah. Serta pembatasan pengunjung untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya saja. Kalau untuk luar Jogja sementara tentu tidak kita layani dulu,” katanya.

Meski menyatakan telah siap sepenuhnya menerima pengunjung, namun Gatot menyatakan tetap akan menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak Keluarga Cendana maupun Keluarga Alm H Probosutedjo terkait pembukaan kembali Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Dusun Kemusik yang merupakan dusun kelahiran presiden kedua RI itu.

Lihat juga...