Nebula Orion, Objek Langit Terang Favorit Pecinta Langit

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Nebula Orion Besar merupakan salah satu benda langit yang paling mudah untuk diamati di langit malam. Karena nebula Orion ini termasuk benda langit yang bercahaya terang dan paling dikenal di langit utara. Karena terang dan mudah ditemukan, banyak para pecinta langit yang memulai pengamatan pada objek ini.

Staf Astronomi POJ, Roni Syamara, menyebutkan, Nebula Orion Besar juga dikenal sebagai M-42 NGC 1976 SH2-281, yang artinya masuk dalam katalog Messier di no 42.

“Nebula Orion yang berjarak sekitar 1.500 tahun cahaya ini menjadikannya sebagai bintang besar yang terdekat dengan bumi. Cahaya sangat terang dengan magnitude 4,” kata Roni, saat dihubungi, Minggu (28/6/2020).

Nebula Orion Besar diambil melalui Stellarium koleksi POJ, Minggu (28/6/2020) – Foto: Ranny Supusepa

Karena cahayanya yang sangat terang ini, Roni menyebutkan, Nebula Orion Besar ini dapat diamati dengan mata telanjang tanpa bantuan alat pengamatan.

“Tapi, jika membutuhkan pengamatan yang lebih detil, maka pilihan menggunakan teleskop akan lebih baik. Terutama saat bulan Januari,” ujarnya.

Nebula Orion ini memiliki komposisi terbesar berupa debu dan gas, yang menjadikan Nebula Orion sebagai lokasi lahirnya bintang baru.

“Pada posisi tengah nebula, ada empat bintang yang cukup besar dan bercahaya yang disebut Trapezium. Karena mereka membentuk pola trapesium.

Untuk mengamati Nebula Orion Besar ini, Roni menyebutkan, pertama yang harus dilakukan adalah menemukan konstelasi Orion. Lalu cari Sabuk Orion yang terdiri dari tiga bintang, Alnitak, Alnilam dan Mintaka.

“Pada Sabuk Orion ini, ada bentuk melengkung yang seperti pedang, yang sering disebut sebagai Pedang Orion. Nah pada bagian bawah Pedang Orion inilah, Nebula Orion Besar dapat ditemukan,” ujarnya.

Penelitian tentang Nebula Orion Besar ini, menurut Roni masih terus dilakukan. Mengingat nebula ini banyak melahirkan banyak bintang baru. Penelitian tahun 2012 yang dilakukan oleh kumpulan astronom internasional menyatakan ada kemungkinan terdapat black hole di pusat nebulanya.

“Publikasi Hubble menunjukkan beberapa tampilan Nebula Orion yang memiliki ribuan bintang dalam berbagai ukuran. Tapi belum ada penelitian yang lebih jauh terkait bintang-bintang ini,” ucapnya.

Melalui penelitian Hubble juga, ditemukan adanya busur gelombang kejut yang berada di sekitar bintang LL Ori yang berusia masih sangat muda.

“Dari tangkapan Hubble, Nebula Orion terlihat seperti hamparan luas pabrik bintang yang mencakup sebuah gugus bintang dengan aliran pusaran gas bercahaya. Hasil tangkapan yang memiliki luas 2,5 tahun cahaya ini, dinyatakan hanyalah sebagian kecil dari Nebula Orion,” pungkasnya.

Lihat juga...