Objek Wisata Tanjung Kajuwulu Masih Sepi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Tanjung Kajuwulu, sebuah destinasi wisata di kecamatan Magepanda kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara saat hari libur, termasuk wisatawan dari kabupaten tetangga seperti Flores Timur dan Ende.

Didimus R. Saliando penjaga tempat wisata Tangga Seribu Kajuwulu,kecamatan Magepanda kabupaten Sikka provinsi NTT, saat ditemui Minggu (21/6/2020). Foto : Ebed de Rosary

Merebaknya pandemi Corona, menyebabkan tempat wisata ini ditutup sejak akhir bulan Maret 2020 hingga 14 Juni 2020 dan mulai dibuka sejak diberlakukan new normal, namun pengunjung tempat wisata ini masih sedikit.

“Belum ada setelah mulai dibuka. Pengunjung tetap kita minta pakai masker dan untuk berjalannya pun harus menjaga jarak,” kata Didimus R. Saliando penjaga tempat wisata Tangga Seribu Kajuwulu, kecamatan Magepanda kabupaten Sikka provinsi NTT, Minggu (21/6/2020).

Didimus mengatakan, pengunjung tetap membayar karcis masuk Rp5 ribu per orang dan kami meminta kalau mau duduk di lopo dan naik ke menara pemantau harus tetap menjaga jarak.

Kalau sedang mendaki bukit Tangga Seribu kata dia, pengunjung boleh tidak menggunakan masker agar tidak kesulitan bernafas. Tapi tetap harus menjaga jarak sehingga kami mengaturnya naik satu per satu dan ada jeda biar tidak berdekatan.

“Biasanya setiap hari libur atau hari minggu ramai pengunjung dan bisa mencapai 100 sampai 200 orang. Tapi sejak mulai dibuka hanya puluhan orang saja, dan datangnya pun tidak dalam rombongan,” ungkapnya.

Didimus mengaku, sepinya pengunjung membuat pendapatan dirinya bersama seorang teman lainnya yang setiap hari menjaga tempat wisata tersebut tidak memiliki pendapatan.

Keduanya pun kata dia, terpaksa bekerja dahulu di sawah atau pekerjaan lainnya seperti biasanya sehari-hari karena menjaga pantai wisata ini hanya dilakukan saat hari libur, sabtu dan minggu saja.

“Kalau hari biasa paling belasan orang saja sehingga kami lebih memilih di rumah dan bekerja sebagai petani. Kadang kalau hari libur dan hari minggu kami bisa dapat uang bagi hasil 50 persen sebesar Rp100 ribu,” jelasnya.

Penjaga tempat wiata tebing batu lainnya di Tanjung Kajuwulu, Arnoldus Langga Woda, mengaku tempat wisata ini belum beraktifitas seperti biasa dan saat pandemi Corona bangunan kios cinderamata di tempat ini dipakai untuk lokasi relokasi pelaku perjalanan oleh pemerintah Desa Kolisia.

Arnoldus berharap agar wabah Corona segera berakhir agar wsiatawan terutama wisatawan lokal yang selama ini banyak berkunjung mulai berdatangan.

“Kami berharap wabah Corona bisa segera hilang sehingga wisatawan tidak merasa takut untuk tamasya. Sepinya wisatawan membuat pedagang kecil yang menjajakan makanan dan minuman pun terpaksa tidak berjualan dahulu,” ungkapnya.

Arnoldus pun meminta agar pemerintah bisa segera membangun kamar mandi dan WC sehingga saat wisata kembali ramai berkunjung, fasiltas yang masih kurang sudah tersedia.

“Air juga belum bisa mengalir ke bak penampung di atas bukit. Banyak pengunjung yang mengeluh soal tidak ada kamar mandi dan WC di lokasi wisata ini. Kami sudah sampaikan ke pemerintah desa untuk disampaikan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka,” pungkasya.

Lihat juga...