Pabrik Gagang Sapu DCML Madura Segera Beroperasi Kembali

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Pabrik gagang sapu yang berada di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap dalam waktu dekat segera beroperasi kembali. Sebelumnya pabrik sempat tutup karena penjualan gagang sapu terdampak Covid-19.

“Kemarin sudah ada yang datang ke pabrik dan bertanya tentang produksi gagang sapu, tetapi sampai saat ini kita masih tutup, karena penjual sapu masih banyak yang belum buka kembali,” kata Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, Rabu (3/6/2020).

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, ditemui Rabu (3/6/2020) di Cilacap. Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Heri, begitu pabrik sapu yang biasa memesan dalam jumlah besar buka, maka pabrik gagang sapu juga akan dioperasionalkan kembali. Mengingat saat ini stok gagang sapu masih cukup banyak.

Selain itu, pekerja pabrik gagang sapu yang terpaksa dirumahkan, juga beberapa kali sudah menanyakan kapan pabrik akan dioperasionalkan kembali.

Di gudang pabrik gagang sapu saat ini menumpuk stok sebanyak 7.500-an gagang sapu.

Sejak beroperasinya pabrik gagang sapu awal bulan Februari lalu, pihak koperasi sudah mendapatkan order gagang sapu tiga kali pengiriman.

Pengiriman pertama sebanyak 2.500 batang gagang sapu ke Ciamis, pengiriman kedua meningkat menjadi 3.000 batang sapu dan masih dikirim ke Ciamis. Dan pengiriman ketiga ini sebanyak 5.100 gagang sapu dikirim ke Kroya.

“Untuk pengiriman ke Kroya dibatalkan, karena stok di penjual sapu masih sangat banyak. Sehingga gagang sapu siap kirim sekarang menumpuk di gudang,” kata Puji Heri.

Penghentian pengoperasian pabrik gagang sapu ini, dilakukan saat perkembangan order gagang sapu sedang terus mengalami peningkatan. Bahkan, ada permintaan gagang sapu sebanyak 20.000 per minggu yang terpaksa ditolak, karena jumlah produksi belum begitu banyak.

“Sampai Maret kemarin. permintaan masih cukup banyak, namun tenaga dan mesin kita terbatas, sehingga belum bisa memenuhi semua permintaan. Terakhir dari Kabupaten Banjarnegara minta dikirim 20.000 per minggu, namun kemudian kita sanggupi 20.000 batang per bulan, tetapi sekarang semua dibatalkan, karena pandemi Covid-19,” jelasnya.

Salah satu pekerja pabrik gagang sapu yang dirumahkan, Diarto mengatakan, ia berharap wabah corona segera berakhir, sehingga ia bisa bekerja kembali.

Menurutnya, dampak corona sangat terasa bagi masyarakat, karena banyak yang kehilangan pekerjaan ataupun dirumahkan sementara, seperti dirinya.

” Semoga saja pabrik bisa kembali lagi beroperasi secepatnya,” tuturnya.

Lihat juga...