Pegiat Literasi: Ada 7 Manfaat Membaca Buku

Editor: Koko Triarko

BOGOR – Anak dan remaja Indonesia saat ini cenderung lebih menyukai bermain gawai dibandingkan membaca buku. Padahal, membaca buku dinyatakan memiliki banyak manfaat. Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Bogor, Syarif Yunus, menyebutkan ada tujuh manfaat yang bisa diperoleh saat membaca buku. 

Pertama, memperkaya pengetahuan dan wawasan. Karena setiap buku berisikan pengetahuan atau wawasan yang dapat memperkaya khasanah keilmuan anak-anak. Ke dua, mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Karena membaca buku mampu memacu daya imajinasi dan kreativitas yang terus bertambah akibat rasa ingin tahu yang lebih tinggi.

Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka Desa, Sukaluyu Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Syarif Yunus, saat dihubungi, Selasa (30/6/2020). –Foto: Ranny Supusepa

“Ke tiga, menambah rasa percaya diri. Karena membaca buku mampu menambah sikap percaya. Terbatasnya pengetahuan dan wawasan adalah sebab rendahnya sikap percaya diri,” kata Syarif Yunus, Selasa (30/6/2020).

Kemudian, sambungnya, ke empat adalah meningkatkan budaya baca. Karena membaca buku bisa menjadi budaya anak-anak, sehingga memiliki perilaku untuk memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku.

Ke lima, menambah kosakata baru.  Karena dengan membaca buku, anak-anak akan memperoleh berbagai kosakata baru yang berguna untuk keterampilan komunikasi, baik lisan maupun tulisan.

Ke enam, meningkatkan keterampilan komunikasi. Karena makin banyak membaca buku dan makin banyak kosakata yang dikuasai, maka makin mudah dan terampil dalam komunikasi.

“Dan ke tujuh, menyelamatkan masa depan anak-anak. Karena anak-anak yang membaca buku akan lebih mampu bersaing dan bekerja ketika dewasa, sehingga mampu mempersiapkan masa depan lebih baik,” pungkasnya.

Lihat juga...