Pekerja Migran Deportasi dari Malaysia Karantina di Maumere

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sebanyak lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia  asal Kabupaten Sikka dan Ende tiba di Bandara Frans Seda Maumere  Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (22/6/2020).

Setelah tiba, kelima PMI tersebut dijemput petugas Covid-19 Kabupaten Sikka dan Ende di mana PMI asal Sikka langsung menjalani karantina terpusat di bekas kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka bersama dua pelaku perjalanan yang datang dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Hari ini  ada lima orang PMI yang tiba di mana tiga dari Kabupaten Ende dan dua dari Kabupaten Sikka. Sementara dua orang pelaku perjalanan asal Kecamatan Hewokloang itu kami tidak dapat datanya,” ujar Germanus Goleng, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka,  Senin (22/6/2020).

Germanus menyebutkan, para pekerja ini merupakan rombongan pekerja migran asal Indonesia yang dideportasi dari Malaysia karena izin tinggal sudah berakhir.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Germanus Goleng saat ditemui, Senin (22/6/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Mantan Kasubag Humas dan Protokol Sikka ini menambahkan, para pekerja migran ini bukan dipulangkan karena terinfeksi Covid-19 tetapi karena tiba dari negara terpapar maka harus menjalani karantina.

“Ada juga yang sudah dirumahkan oleh perusahaan mereka akibat dampak Covid-19. Setelah tiba mereka harus menjalani karantina sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19,” terangnya.

Terkait PMI yang direncanakan melalui pelabuhan laut Marapokot Kabupaten Nagekeo, Germanus mengatakan mereka tetap diberangkatkan dari Pelabuhan Bulukumba Sulawesi Selatan setelah gelombang laut reda dan kapal diizinkan berlayar.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan tiga orang PMI yang sebelumnya di informasikan akan tiba melalui Pelabuhan Marpokot, Kabupaten Nagekeo juga rencananya akan di jemput oleh tim Gugus Tugas Covid-19.

Petrus mengatakan, pekerja migran ini setelah tiba di Maumere juga akan langsung dikarantina di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka hingga saat ini belum tiba di Kabupaten Sikka.

“Pekerja migran yang direncanakan tiba di Pelabuhan Marapokot belum tiba karena ada gelombang besar sehingga kapal yang membawa mereka belum bisa berlayar,” tuturnya.

Data yang diterima di Posko BPBD Sikka di lokasi karantina terpusat menyebutkan, dua orang PMI yang dikarantina berasal dari Desa Wolorega Kecamatan Paga dan semuanya laki-laki.

Pekerja migran ini, sebelumnya telah menjalani pemeriksaan rapid test, masing-masing pada tanggal 17 Juni dan 20 Juni 2020 dengan hasil non-reaktif.

Lihat juga...