Pelayanan Digitalisasi Pilihan Tepat di Tengah Pandemi

Editor: Koko Triarko

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo Firman, pada tasyakur Milad BNI Syariah ke-10 bertajuk '1 Dekade Hasanah' secara virtual di Jakarta, Jumat (19/6/2020). -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Pelayanan digitalisi di masa pandemi Covid-19, menjadi pilihan yang tepat bagi perbankan syariah untuk memberikan pemahaman tentang keuangan syariah, kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan konstribusi untuk perekonomian bangsa.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, berharap dalam perayaan tasyakur Hasanah secara virtual ini semaraknya tidak hanya dirasakan oleh insan hasanah di seluruh Indonesia, tapi juga oleh seluruh mitra.

“Alhamdulillah, dalam satu dekade ini, BNI Syariah mampu memberikan perbaikan dalam seluruh aspek, baik spiritual, bisnis, maupun layanan. Ini pada akhirnya yang akan membawa peluang-peluang baru dan manfaat yang optimal,” ungkap Firman, pada tasyakur Milad BNI Syariah ke-10 bertajuk ‘1 Dekade Hasanah’ secara virtual di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Menurutnya, sebagai pemain besar di perbankan syariah di Indonesia, pihaknya  terus mengepakkan sayap dengan menonjolkan value hasanah yang memiliki makna segala kebaikan bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan negara baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini terkandung dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 201.

“Kontribusi kami untuk membangun negeri juga dilakukan dengan partisipasi dalam pembiayaan sindikasi proyek infrastruktur,” ujarnya.

Yakni, sebut dia, seperti pembangunan Tol Pemalang-Batang dan Tol Jakarta-Cikampek, serta pembiayaan UMKM melalui program Deureuham bekerja sama dengan BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif), dan pengembangan ekosistem halal.

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, pelayanan ditingkatkan ke digitalisasi. Hal ini, menurutnya untuk memberikan edukasi atau pemahaman tentang keuangan syariah kepada masyarakat yang terkoneksi dengan internet.

Karena dampak pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk dapat beraktivitas secara digital, dengan tetap berada di rumah dalam melakukan berbagai kegiatan.

“Digitalisasi dalam intraksi kegiatan termasuk edukasi tentang keuangan syariah kepada masyarakat, utamanya kaum milenial,” ujarnya.

Menurutnya, dengan menyasar kaum milenial bertujuan untuk mendorong peningkatan keuangan syariah di Indonesia. “Kami membangun digitalisasi dengan menyasar milenial yang potensinya sangat besar, sebagai upaya untuk meningkatkan keuangan syariah,” tutupnya.

Lihat juga...