Pembatalan Haji, 2.019 Calon Haji dari Sultra Diminta Bersabar

Kanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad – foto Ant

KENDARI – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Fesal Musaad, meminta kepada 2.019 calon jamaah haji dari daerah itu untuk bersabar karena gagal diberangkatkan ke Tanah Suci di tahun ini.

“Harapan saya calon jamaah haji yang sudah masuk dalam daftar yang akan diberangkatkan tahun 2020 ini tetap bersabar, karena pertimbangan pemerintah adalah (keselamatan) jiwa,” kata Fesal di Kendari, Kamis (4/6/2020).

Fesal menjelaskan bahwa di dalam undang-undang Haji dijelaskan, penyelenggaraan ibadah haji harus dilaksanakan dalam suasana aman dan nyaman. Hal itu dimaksudkan, agar seseorang bisa bertransformasi menjadi haji yang makbul. “Kondisi kita tidak aman akibat COVID-19, kondisi kita tidak nyaman dalam situasi seperti ini (pandemi COVID-19),” tutur Fesal.

Fesal menyebut, melihat daftar antrean yang panjang, maka masyarakat diharapkan untuk bersabar. Yang terpenting, sudah ada niat mendaftar sebagai peserta haji. “Kita berdoa, mudah-mudahan di 2021 Arab Saudi sudah mengizinkan pelaksanaan ibadah haji, sehingga jamaah haji yang mengantre di 2020 bisa diberangkatkan di tahun 2021,” tambahnya.

Ia mengatakan bila ada calon haji yang akan meminta dananya kembali karena alasan batal ke Tanah Suci, hal itu dibolehkan dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, jamaah mengajukan permohonan tertulis ke Kemenag kabupaten atau kota tempat melakukan pelunasan.

“Jadi calon haji yang meminta pengembalian dananya harus memperlihatkan bukti asli setoran lunas BPIH yang dikeluarkan bank penerima, foto kopi tabungan haji, KTP asli dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Dan dana yang dikembalikan itu adalah sisa pelunasan,” pungkasnya.

Berdasarkan data Kemenag Sultra ada sebanyak 2.019 calon jamaah haji, yang sudah melakukan pelunasan BPIH 2020. Semuanya batal berangkat ke tanah suci, akibat dampak pandemi COVID-19. Calon haji tersebut terdiri dari, jamaah haji reguler 2004 jemaah, 14 petugas haji daerah, dan satu jemaah dari unsur kelompok bimbingan ibadah haji. (Ant)

Lihat juga...