Pengoperasian Bus AKAP Masih Tunggu Keputusan Kemenhub

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Pengoperasian sarana transportasi bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) di wilayah Kabupaten Banyumas masih menunggu keputusan dari Kementrian Perhubungan. Kemungkinan besar pada tanggal 8 Juni, sudah diperbolehkan karena perizinan angkutan AKAP yang direkomendasikan hanya sampai tanggal 7 Juni.

“Kemungkinan besar tanggal 8 Juni angkutan khususnya bus AKAP secara keseluruhan sudah diperbolehkan beroperasi, hanya saja kepastiannya masih menunggu surat resmi dari Kementrian Perhubungan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, Sabtu (6/6/2020).

Lebih lanjut Agus menjelaskan, selama ini bus AKAP yang mendapat rekomendasi dan diperbolehkan beroperasi hanya satu yaitu bus Sinar Jaya. Surat rekomendasi tersebut berlaku hingga tanggal 7 Juni besok dan sampai dengan siang ini belum ada perpanjangan rekomendasi untuk beroperasi.

Sedangkan untuk bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), lanjut Agus, selama pandemi tetap diperbolehkan beroperasi, namun dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan. Misalnya ada pembatasan jumlah penumpang dan kewajiban menggunakan masker.

“Bus AKDP sebenarnya tidak ada larangan beroperasi, namun karena sepinya penumpang, maka bus AKDP terseleksi dengan sendiri dan banyak yang berhenti beroperasi, misalnya bus jurusan Wonosobo-Purwokerto, Kebumen-Purwokerto dan sebagainya,” terangnya.

Begitu pula dengan angkutan kota maupun angkutan pedesaan (angkudes), tidak ada larangan beroperasi selama pandemi.

“Jadi yang sekarang masih kita tunggu adalah keputusan tentang pengoperasian bus AKAP serta kereta api, sebab pengoperasian Kereta Api Luar Biasa (KLB) juga hanya sampai tanggal 7 Juni dan belum ada perpanjangan,” kata Agus.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, memasuki new normal ini, arus kendaraan mulai ramai, meskipun belum seramai sebelum pandemi. Bus AKDP yang beroperasi bertambah, begitu pula dengan angkutan kota dan angdes.

Salah satu warga Kecamatan Sokaraja, Widianto mengatakan, sebelumnya ia harus mengendarai sepeda motor jika harus kembali ke tempat kerjanya di Kabupaten Cilacap. Namun, sekarang sudah ada bus yang menuju ke Cilacap.

“Kalau Sabtu saya pulang ke Banyumas dan hari Senin pagi kembali lagi ke Cilacap. Selama pandemi kemarin, terpaksa selalu bawa sepeda motor dan mulai hari ini sudah ada bus, jadi naik bus supaya tidak terlalu capek. Karena biasanya motor memang saya tinggal di tempat kos, untuk operasional ke tempat kerja,” tuturnya.

Lihat juga...