Penyaluran BLT Dana Desa di NTT Terhambat

Koordinator P3MD Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kandidatus Angge – foto Ant

KUPANG – Persediaan uang tunai di Bank yang kurang, menjadi faktor penghambat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di NTT.  Kondisi tersebut terjadi di berbagai kabupaten seperti, Malaka, Timor Tengah Utara, Sumba Barat Daya, Sabu Raijua, dan Rote Ndao.

“Kondisi yang dihadapi saat ini, banyak kabupaten di NTT yang menyalurkan BLT Dana Desa itu terkendala dengan kurangnya uang tunai di bank,” kata Koordinator P3MD Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kandidatus Angge, di Kupang, Rabu (3/6/2020).

Kandidatus Angge menjelaskan, dalam sehari penyaluran BLT Dana Desa hanya bisa menjangkau lima sampai 10 desa di setiap daerah. Hal itu dikarenalan persediaan uang tunai yang terbatas di bank.

Apalagi, untuk wilayah tertentu yang pencairan dana desanya hanya ada di satu bank, maka penyaluran bantuan akan berlangsung lebih lama lagi. “Kondisi ini yang perlu disiasati pihak pemangku kepentingan, sehingga penyaluran BLT Dana Desa bisa dieksekusi dengan cepat,” tandasnya.

Angge menjelaskan, hingga 1 Juni 2020, jumlah desa yang telah menyalurkan BLT Dana Desa, untuk penanganan dampak pandemi virus corona jenis baru (COVID-19) mencapai 1.286 desa. Sementara jumlah total keseluruhan di NTT ada 3.026 desa. Jumlah desa yang sudah melakukan musyawarah khusus desa, untuk penetapan penerima bantuan tersebut sebanyak 2.607 desa. Namun sebagian di antaranya masih menunggu penyaluran.

Selain kendala persediaan uang di bank, faktor lain yang membuat penyaluran BLT Dana Desa lambat adalah, pihak desa diarahkan untuk menunggu hasil akhir Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial. “Entah itu data terkait PHK, BNPT, BST, dan lainnya, sehingga pemerintah desa belum bisa melakukan eksekusi,” katanya.

Adapun penyaluran BLT Dana Desa fase pertama, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dana sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan berturut-turut selama April, Mei, Juni. Selanjutnya sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2020, nilai BLT Dana Desa yang disalurkan ke setiap penerima pada tahap kedua (Juli, Agustus, September) turun menjadi Rp300 ribu per bulan. (Ant)

Lihat juga...