Peringati Hari Lahir Pancasila, SMPN 1 Maumere Gelar Lomba

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Meski dalam masa pandemi Covid-19 hingga mengganggu aktivitas di semua lini kehidupan, namun tidak menyurutkan semangat juang, tekad bersatu, gotong royong dan maju bagi bangsa Indonesia dalam peringatati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni.

Semua warga khususnya di dunia pendidikan memeriahkan hari lahir Pancasila dengan tema ‘Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju’.

“Saya mengajak rekan-rekan pendidik, siswa dan orang tua wali murid untuk sama-sama menimba makna dari tema hari lahir Pancasila tahun ini,” sebut Kepala Sekolah SMPN 1 Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Vitalis P. Sukalumba, SPd, Senin (1/6/2020).

Vitalis mengatakan, hendaknya Pancasila dihayati, diamalkan secara substansial dalam kehidupan sehari-hari sehingga lini pendidikan tidak terjerumus atau terhanyut derasnya arus dekadensi moral dan etika yang sedang merajalela di kalangan generasi muda.

Kepala Sekolah SMPN1 Maumere Vitalis P. Sukalumba, SPd saat ditemui, Senin (1/6/2020). -Foto: Ebed de Rosary

SMPN1 Maumere, kata dia ,menyelenggarakan lomba menulis, membaca puisi, berceritera serta lomba pidato dalam bahasa Inggris dan Indonesia bagi pelajar kelas VII dan VIII yang telah menyelesaikan penilaian akhir semester genap.

“Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan tema hari lahir Pancasila dengan tujuan mengembangkan literasi, menanamkan sikap cinta Tanah Air, patriot, gotong royong, berani, kreatif, bertanggung jawab serta kemandirian dalam bingkai Pancasila,” ungkapnya.

Vitalis menambahkan, Pancasila juga diharapkan akan tumbuh melalui perlombaan ini agar nilai-nilai Pancasila tetap tumbuh subur, berkembang dan lestari di persada nusantara dengan memerlukan sikap gotong royong  dan meninggalkan sikap egois, primordial dan merasa diri lebih pintar.

Pemerintah lanjutnya, telah berusaha merumuskan pola kebijakan yang terbaik untuk bangsa dan negara dis egala bidang kehidupan tidak terlepas dari pilar pendidikan sebagai salah satu pilar dasar kehidupan yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

“Menteri Pendidikan juga telah merumuskan kebijakan merdeka belajar yang merupakan sebuah kebebasan sekaligus tuntutan untuk pelaksana pendidikan meningkatkan kompetensi dari pedagogik sampai profesional,” ungkapnya.

Merdeka belajar, terang Vitalis, dilakukan dengan menerapkan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kompetensi.

Menteri Pendidikan, tambahnya, menegaskan agar di masa pendemi corona pendekatan pendidikan tidak berfokus pada mengejar ketuntasan kurikulum tetapi yang lebih penting mengembangkan karakter dan keterampilan peserta didik.

“Relevan dengan harapan kemajuan pendidikan oleh pemerintah maka kami mengadakan berbagai lomba seperti menulis, baca puisi dan berpidato. Ini dilakukan agar peserta didik bisa meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya.

Hendrika Nona Sapah, seorang wali murid saat ditanyai mengaku, di tengah pandemi corona SMPN1 Maumere memang selalu mengadakan berbagai lomba secara online sehingga para siswa bisa meningkatkan kemampuan mereka.

Menurut Hendrika, terobosan yang dilakukan memang baik di mana saat belajar secara online para siswa memiliki banyak waktu luang di rumah sehingga perlu dilaksanakan berbagai lomba untuk memacu kreativitas.

“Memang bagus kalau para murid selalu dibuatkan lomba menulis dan berpidato agar mereka bisa menggali kemampuan mereka dan belajar berkompetensi. Pelu juga dilaksanakan berbagai lomba kreatif lainnya agar siswa bisa terpacu untuk mengembangkan kemampuannya,” harapnya.

Lihat juga...