Perlu Kesadaran Masyarakat Berlakukan ‘New Normal’ di Sikka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka Provinsi Nusa Tenggara Ytimur (NTT) telah melakukan rapat sosialisasi terkait persiapan penerapan new normal Selasa (2/6/2020) dengan mengundang berbagai pemangku kepentingan.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan, kalau dilihat dari persyaratan, Kabupaten Sikka tidak mengalami kendala karena semua wilayah mengalami masuknya virus Corona sehingga kegiatan dan adaptasi sudah dilakukan.

Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Selasa (2/6/2020). Foto: Ebed de Rosary

“Kalau persiapan new normal sebenarnya sudah dilakukan seperti menggunakan masker. Yang diinginkan adalah kerjasama dari semua pihak,” kata Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (2/6/2020).

Robi mengatakan, pencegahan harus terjadi dan bersyukur sampai hari ini Selasa (2/6/2020) belum ada transmisi lokal dan ini harus dipertahankan agar tidak ada penularan dari pelaku perjalanan ke masyaraat lokal.

Perekonomian juga tidak boleh terganggu katanya, sehingga aktivitas ekonomi harus terus jalan. Virus ini semuanya sudah memahami penularannya sehingga aktivitas bisa menyesuaikan.

“Yang mengetahui kabupaten Sikka tentu kita di Sikka sendiri. Dari 27 orang yang positif Covid-19 sampai hari ini belum ada yang menularkan ke masyarakat lokal,” sebutnya.

Semua pasien yang positif Covid-19 tegas Robi, merupakan pelaku perjalanan yang sudah tertular di tempat lain dan di Sikka ditangani dengan baik agar bisa sembuh. Ini yang harus terus dijaga.

Dia mengaku tidak menyebutkan new normal tetapi adaptasi. Di Sikka sendiri pendidikan dan kegiatan rohani masih belum boleh sementara aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan pengawasan dan edukasi yang semakin intens.

“Mungkin new normal di tempat lain berbeda dengan di Sikka. Untuk di pasar akan dipimpin oleh Dandim Sikka dimana akan dilakukan edukasi dan pengawasan minimal selama sebulan sehingga nanti bisa menjadi kebiasaan,” ungkapnya.

Terkait imbaun Uskup Maumere agar umat Katolik masih tetap menjalankan ibadah di rumah dia mengatakan,  instruksi bupati sebenarnya hanya mengatur secara umum sementara beribadah tergantung kepada pemimpin agama masing-masing.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan, soal new normal pihaknya bekerja di bawah instruksi.

Memasuki new normal kata Petrus, ada 6 tahapan dan Sikka masih belum memenuhi 2 tahapan dimana tahap terakhir terkait kesadaran masyarakat yang masih minim.

“Fasilitas kesehatan baik Puskesmas dan RS kita siap, tetapi kesadaran masyarakat masih belum,” ungkapnya.

Petrus menambahkan, instruksi bupati Sikka dua hari dikeluarkan sebelum ada keputusan pemerintah pusat. Keputusan lebih tinggi harus mengatur yang di bawahnya dan disampaikan untuk menyesuaikan dengan keputusan pusat.

Dia sebutkan, instruksi bupati Sikka memasuki new normal dan instruksi tersebut merupakan cambuk untuk Gugus Tugas menyiapkan tahapan dan proses guna memasuki new normal.

“Kita upayakan masa sosialisasi tanggal 7 Juni dan evaluasi tanggal 10 Juni. Tanggal 11 Juni dilakukan inspeksi apakah semua layanan sudah menyiapkan protokolernya sehingga tanggal 14 Juni dilakukan evaluasi apakah Sikka siap memasuki new normal,” pungkasnya.

Lihat juga...