Polresta Banyumas Amankan Wanita Penipu Ngaku TNI

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dengan penipuan online yang mengatasnamakan aparat. Sebab, di tengah pandemi dan banyak yang mengalami kesulitan ekonomi, jalan pintas terkadang ditempuh oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Pernyataan tersebut disampaikan, sebab pihaknya baru saja mengungkap praktik penipuan via online yang mengatasnamakan sebagai perwira TNI. Tak tanggung-tanggung, penipuan tersebut membuat korban mengalami kerugian hingga Rp35,6 juta.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka di Mapolresta Banyumas, Jumat (5/6/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Sat Reskrim Polresta Banyumas baru saja menangkap pelaku penipuan melalui online, yang mengaku sebagai perwira TNI, korbannya adalah salah satu perawat di Kabupaten Banyumas, dengan nilai kerugian hingga Rp35,6 juta,” terang Kapolresta, Jumat (5/6/2020) malam.

Melihat latar belakang korban yang termasuk golongan berpendidikan dan berprofesi sebagai perawat, bukan tidak mungkin aksi penipuan tersebut juga terjadi pada masyarakat lainnya. Mengingat dengan mengaku sebagai aparat atau TNI, ternyata masih ampuh untuk mengelabuhi korban.

“Jika ada yang menghubungi dan mengaku sebagai aparat, sebaiknya mencari informasi lebih lanjut, jika mengaku TNI, bisa mencari informasi kepada kesatuan yang dimaksud, jika mengaku polisi, bisa langsung konfirmasi ke Polresta Banyumas atau pun polsek-polsek terdekat dan sebagainya,” pesannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry menjelaskan, pelaku penipuan online yang mengaku sebagai perwira TNI merupakan perempuan usia 23 tahun, warga Kecamatan Purwokerto Utara. Ia menghubungi korban dengan mengaku sebagai perwira TNI berpangkat Letda.

“Pada foto profil di Whatsap dipasang foto laki-laki berseragam TNI, yang menurut pelaku diambil dari medsos. Dan, ia mengelabuhi korban dengan mengaku bernama Letda Arif, padahal pelaku adalah perempuan,” jelasnya.

Pelaku terus mendekati korban secara intens, setelah hubungan terjalin dengan akrab, pelaku kemudian meminjam uang kepada korban, dengan alasan untuk biaya berobat ibunya.

“Aksi penipuan melalui Whatsap ini sudah berlangsung cukup lama dan sudah ada 6 orang korban dari pengakuan pelaku. Pelaku tidak pernah bertemu dengan para korbannya, dan jika harus menelepon, pelaku mengubah suaranya menjadi mirip laki-laki,” kata Kasat Reskrim.

Sampai dengan malam ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di kantor Sat Reskrim Polresta Banyumas. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa dua buku rekening, dua kartu ATM, satu buah handphone, STNK sepeda motor serta beberapa lembar bukti penarikan uang dari bank.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU ITE atau Pasal 378 jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Lihat juga...