Puluhan Penyelenggara Pilkada di Kotawaringin Timur Reaktif

Ketua KPU Kotawaringin Timur, Siti Fathonah Purnaningsih (tengah), didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr Faisal Novendra Cahyanto, dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur, Multazam, serta Komisioner KPU Kotawaringin Timur, saat memaparkan hasil tes cepat COVID-19 jajaran penyelenggara Pilkada 2020, Senin (29/6/2020) – Foto Ant

SAMPIT – Sebanyak 92 orang jajaran penyelenggara Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengan dinyatakan reaktif, dari hasil tes cepat COVID-19.

Namun demikian, hasil tersebut ditegaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur tidak menganggu tahapan pelaksanaan Pilkada. “Mereka yang hasil rapid test reaktif kami minta melakukan isolasi mandiri, sambil menunggu hasil pemeriksaan swab oleh Gugus Tugas. Mereka juga tidak dilibatkan dalam tahapan verifikasi faktual yang saat ini berlangsung,” kata Ketua KPU Kotawaringin Timur, Siti Fathonah Purnaningsih, di Sampit, Senin (29/6/2020).

KPU Kotawaringin Timur melaksanakan tes cepat atau rapid test COVID-19 secara bertahap. Tes dilakukan kepada semua penyelenggara pilkada di jajaran mereka. Ini sesuai perintah KPU Pusat, bahwa tes cepat harus dilakukan. (Baca : https://www.cendananews.com/2020/06/penyelenggara-pilkada-kotawaringin-timur-dites-cepat-covid-19.html).

Apalagi petugas akan melakukan verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan, sehingga dipastikan akan berinteraksi dengan banyak orang. Berdasarkan data, total ada 1.122 orang yang mengikuti tes cepat, yang dilaksanakan bertahap selama empat hari. Dari jumlah tersebut, ada 92 spesimen yang dinyatakan reaktif atau sekitar 8,2 persen.

Saat ini verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan di Kotawaringin Timur mulai berjalan. Siti Fathonah menegaskan, mereka yang bertugas di lapangan adalah mereka yang hasil tes cepat nonreaktif. Pihaknya berharap hasil swab 92 orang tersebut menunjukkan negatif COVID-19. Jika ternyata ada yang hasil swab dinyatakan positif, maka penanganannya dilakukan sesuai protokol kesehatan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur. “Kalau dari mereka tidak bisa menjalankan tugas karena ada positif, maka sesuai aturan bahwa mereka yang berada (kewenangan) satu tingkat di atasnya yang bisa mengambil alih pelaksanaan tugasnya. Mudah-mudahan saja semua hasil swab negatif,” kata Siti Fathonah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur, Multazam mengatakan, pemeriksaan swab terhadap penyelenggara Pilkada 2020 telah dilakukan. Saat ini dalam proses di laboratorium di Palangka Raya. “Ini menandakan bahwa kalau berdasarkan peta sebaran potensi COVID-19, Kabupaten Kotawaringin Timur masih tetap harus waspada. Ke depan akan ada tahapan-tahapan pilkada, maka sesuai petunjuk KPU pusat harus dilakukan rapid test lagi untuk memastikan kondisi kesehatan petugas, sehingga pelaksanaan pilkada tetap berjalan lancar,” tandas Multazam.

Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, mereka yang hasil spesimen reaktif wajib menjalani pemeriksaan swab. Jika ada yang terkonfirmasi positif, maka Gugus Tugas akan melakukan isolasi sesuai protokol kesehatan penanganan COVID-19. “Kita harap bisa segera dapatkan hasilnya, sehingga jika negatif maka bisa segera menjalankan tugas melaksanakan pilkada. Mudah-mudahan tidak ada yang positif,” ujar Faisal.

Terkait jumlah 92 orang yang reaktif, Faisal menyebut persentase 8,2 persen tersebut masih kategori wajar. Meski begitu ini tentu ditangani secara serius, agar mata rantai penularan COVID-19 bisa diputus dan pemungutan suara pilkada yang dijadwalkan berlangsung 9 Desember nanti bisa berjalan lancar. (Ant)

Lihat juga...