Ratusan Orang di Banyumas’ Suspect’ Chikungunya

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, di kantornya, Jumat (26/6/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Sebanyak 500 warga Kabupaten Banyumas dinyatakan suspect chikungunya. Dinas Kesehatan pun meminta warga untuk giat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Suspect itu baru gejala yang menyerupai chikungunya, karena memang belum ada program pemeriksaan secara laboratorium. Sehingga selama ini kasus chikungunya klinis, hanya didasarkan pada gejala dan keluhan pasien saja,” terang Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto, Jumat (26/6/2020).

Dari 500 kasus suspect chikungunya tersebut, didominasi dari wilayah perkotaan. Sehingga, masyarakat perkotaan dimbau untuk aktif melakukan PSN di lingkungan masing-masing.

Lebih lanjut Sadiyanto menjelaskan, chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD) sama-sama disebabkan oleh gigitan nyamuk, sehingga antisipasinya juga sama-sama dengan menggiatkan PSN.

Hanya saja yang membedakan adalah jenis virusnya. Chikungunya disebabkan oleh virus togaviridae alphavirus dan DBD disebabkan oleh flaviviridae flavivirus.

Gejala yang dialami juga berbeda. Gejala awal chikungunya adalah demam dan nyeri sendi serta otot, infeksi mata dan ruam. Sedangkan DBD gejala nyeri pada persendian.

“Nyeri sendi yang diakibatkan chikungunya ini bisa bertahan cukup lama, sampai berbulan-bulan, bahkan bisa lebih,” jelasnya.

Belum lama ini, beberapa warga di Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara mengalami suspect chikungunya. Mereka mengalami gejala seperti flu yang disertai demam, namun juga disertai nyeri persendian hingga sulit untuk berjalan.

Salah satu warga, Wati, mengaku sama sekali tidak merasakan gejala sakit pada awalnya. Hanya sakit flu biasa, namun tiba-tiba langsung demam dan nyeri pada bagian kaki. Rasa nyeri tersebut sampai membuatnya tidak bisa berjalan.

“Kemarin ada beberapa warga di RT sini yang mengalami gejala sama, demam kemudian nyeri pada persendian sampai tidak bisa berjalan. Ada yang berobat ke puskesmas, namun ada juga yang diobati sendiri dengan membeli obat dari apotik, karena kalau berobat ke puskesmas atau rumah sakit, takut nanti diisolasi katanya,” tutur Wati.

Wati sendiri mengaku kondisinya sudah membaik, dan petugas dari Dinkes Banyumas juga sudah melakuan foging di wilayah tersebut.

“Kata petugas, penyebabnya nyamuk, jadi kita diminta untuk rajin membersihkan lingkungan sekitar rumah, melakukan PSN secara rutin,” pungkasnya.

Lihat juga...