Sayur Rumpu Rampe dan Pisang Rebus Padanan Khas Kuliner Sikka

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Wairbukan, sebuah kampung yang masyarakatnya sejak turun temurun tinggal menetap di dalam kawasan hutan lindung Egon Ilimedo. Terdapat 2 Rukun Tetangga (RT) di dalam kawasan hutan ini yakni RT 17A dengan 25 Kepala Keluarga (KK) dan RT 17B dengan 23 KK yang masuk wilayah Desa Waiterang Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Serviana Sensi warga Kampung Wairbukan Desa Wairterang Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di kampungnya, Sabtu (27/6/2020). Foto : Ebed de Rosary

“Kami disini makanan apa adany,a termasuk sayuran yang kami konsumsi sehari-hari,” kata Serviana Sensi, warga kampung Wairbukan Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (27/6/2020).

Sensi menyebutkan, sayuran yang sering dikonsumsi dan mudah didapat yakni rumpu rampe. Campuran dari daun pepaya, bunga pepaya serta daun singkong yang diambil dari kebun.

“Daun pepaya dan daun singkong dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. Bunga pepaya pun dibersihkan lalu dipotong juga ukuran kecil,” ungkapnya.

Setelah dipotong kecil-kecil semua sayuran terang Sensi direbus terlebih dahulu hingga setengah matang.

Siapkan bawang putih dan bawang merah ucapnya lalu diiris. Panaskan minyak goreng lanjutnya lalu tumis bawang merah dan bawang putih serta lombok secukupnya.

“Angkat rebusan daun singkong, daun pepaya dan bunga pepaya lalu tiriskan airnya.Setelah bumbu yang ditumis wangi, masukan sayuran ke dalamnya,” terangnya.

Bernadus Brebo ketua RT 17 Kampung Wairbukan mengatakan, warga yang tinggal turun temurun di dalam hutan lindung selalu mengkonsumsi sayuran yang ditaman di kebun.

Selain daun singkong, bunga pepaya dan daun pepaya kata Brebo, warga juga mengkonsumsi sayur labu siam dan labu kuning

“Paling kami hanya makan sayuran yang biasa ditanam di kebun saja. Kalau mau makan sayuran lainnya dan ikan maka kami akan turun ke pusat desa di pesisir pantai baru bisa membelinya,” jelasnya.

Brebo juga menambahkan, bila ada tamu yang datang maka disuguhkan sayuran rumpu rampe dengan padanan pisang Kepok rebus.

Pisang Kepok sebutnya banyak ditanam di kebun dan biasanya dijual di pasar Waigete saat hari pasar mingguan setiap hari Kamis.

“Kalau pisang kepok disini banyak kami tanam di kebun.Ini juga menjadi salah satu hasil pertanian yang kami jual di pasar,” pungkasnya.

Lihat juga...