Semua Tahapan PPDB Jateng Digelar ‘Online’

Editor: Koko Triarko

Kadisdik Jateng, Jumeri, di Semarang, Rabu (3/6/2020). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng memastikan, pelaksaaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/ SMK/ SLB Negeri di wilayahnya dilaksanakan secara online, mulai 17 Juni 2020.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, seleksi PPDB jenjang SMA/ SMK/ SLB Negeri sepenuhnya menggunakan sistem dalam jaringan (daring) atau online, termasuk verifikasi dokumen pendaftaran,” papar Kadisdik Jateng, Jumeri, di Semarang, Rabu (3/6/2020).

Diterangkan, dengan sistem online seluruh syarat dokumen dalam bentuk file, yang nantinya akan dilampirkan dalam berkas pendaftaran. “Bisa di-scan, atau di foto berkasnya, baru selanjutnya diunggah saat mendaftar,” terangnya.

Jumeri menuturkan, tidak semua dokumen persyaratan dilampirkan pada saat mendaftar. Namun hanya surat pernyataan kebenaran dokumen calon siswa yang diketahui orang tua, surat keterangan nilai rapor semester I-V dari sekolah, serta salah satu piagam prestasi dengan bobot nilai tertinggi, jika memiliki.

“Sementara khusus bagi calon siswa dari petugas kesehatan yang menangani langsung Covid-19, ditambahkan surat keterangan dari Dinkes Jateng. Sementara calon siswa yang juga anak tenaga kesehatan Covid-19, masih warga Jateng, namun orang tua bertugas di luar daerah, bisa menyertakan surat keterangan yang diterbitkan Dinkes Provinsi setempat,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jumeri juga kembali mengingatkan integritas atau kejujuran dalam mengisi pendaftaran.

“Saya minta kepada seluruh calon siswa dan orang tua wali, untuk benar-benar mengisi sesuai data yang ada. Jika ada pemalsuan dokumen, kami akan berikan sanksi tegas, siswa yang sudah diterima itu langsung dicoret, otomatis akan dikeluarkan,” tandasnya.

Kabid Pembinaan SMA Disdik Jateng, Syamsudin Isnaini, menambahkan, selain verifikasi online, dalam pelaksanaan PPDB Jateng 2020/2021, siswa yang tidak diterima di sekolah pilihan 1 dan 2, juga tidak akan langsung disalurkan ke sekolah lain yang masih kekurangan kuota.

“Siswa yang tidak diterima di masing-masing pilihan akan mendapat penawaran yang bisa dipilih calon siswa, apakah bersedia disalurkan atau tidak. Hal ini kita lakukan, agar tidak ada bangku kosong, karena siswa mengundurkan diri,” ungkapnya.

Sekretaris Disdikbud Jateng, Padmaningrum, menambahkan, khusus untuk PPDB SMAN di Jateng, jalur zonasi ditetapkan minimal 50 persen. Sisanya diisi jalur prestasi sebanyak 30 persen, jalur afirmasi anak petugas kesehatan Covid-19, anak miskin, difabel dan prestasi olah raga sebanyak 15 persen, serta jalur perpindahan orang tua sebesar lima persen.

“Untuk PPDB SMKN, tidak memperhitungkan zonasi. Namun menggunakan dua jalur, yakni prestasi dan afirmasi. Jalur afirmasi ditentukan paling banyak 20 persen. Kita memberikan porsi tersendiri bagi siswa difabel. Anak-anak berkebutuhan khusus seperti tunadaksa, tunarungu dan tunanetra, bisa bersekolah di SMA maupun SMK umum,” tandasnya.

Pelaksanaan pendaftaran PPDB SMA/ SMK Negeri di Jateng secara daring akan dibuka pada 17 Juni 2020, mulai pukul 08.00 WIB, dan ditutup 25 Juni 2020 pukul 16.00 WIB.

Evaluasi dan seleksi akan dilakukan pada 26-29 Juni 2020, pengumuman hasil seleksi pada 30 Juni 2020 selambatnya pukul 23.55 WIB, dan daftar ulang pada 1-8 Juni 2020.

Lihat juga...