Siswa di Banyumas Diuji Kejujurannya Selama Ujian di Rumah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Beberapa sekolah di Kabupaten Banyumas sejak kemarin melakukan ujian untuk Penilaian Akhir Tahun (PAT). Ujian yang dilakukan di rumah ini, membutuhkan kejujuran siswa maupun orang tua dalam pengerjaannya.

Salah satu orang tua siswa yang anaknya sedang menjalani ujian di rumah, Robin menuturkan, ada pembatasan waktu selama mengerjakan soal-soal ujian dan sebelumnya juga diawali dengan doa bersama yang dipimpin salah satu siswa secara bergantian.

Orang tua siswa, Robin, ditemui di Purwokerto, Kamis (4/6/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Jadi urutannya seperti ujian di sekolah, ada pembacaan doa, kemudian soal dibagikan melalui grup kelas pada jam tertentu, yang bersamaan dengan dimulainya waktu pengerjaan soal. Rata-rata per mata pelajaran waktu mengerjakannya sekitar 2 jam,” terangnya, Kamis (4/6/2020).

Menurut Robin, pelaksanaan ujian di rumah dibutuhkan kejujuran, baik dari orang tua maupun siswa. Orang tua harus mempunyai komitmen untuk tidak mengajari anaknya, sebaliknya justru mengawasi dan mengingatkan.

Para siswa juga harus berkomitmen untuk tidak membuka buku pelajaran selama ujian berlangsung. Karena pengawasan hanya dari pihak orang tua, maka dibutuhkan kejujuran dalam keluarga.

“Kalau saya tidak mengajari anak, hanya mengingatkan soal waktu dan memintanya untuk meneliti kembali lembar jawaban, jika sudah selesai mengerjakan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu guru di SMP Boarding School Putra Harapan Purwokerto, Siti Nurjanah mengatakan, sebelum mulai mengerjalan soal-soal, para siswa diberitahu tentang tata tertib pelaksanaan ujian.

Antara lain tidak diperbolehkan membuka buku pelajaran ataupun buku catatan dan jika menyetor jawaban melebihi batas waktu yang ditentukan, maka akan ada pengurangan nilai.

Pihaknya merasa optimis, para siswa akan bersikap jujur, sebab selama di sekolah selalu ditekankan kejujuran. Dan sekolah tersebut juga mengedepankan pendidikan keagamaan.

“Untuk jawaban ujian, disetor dengan cara difoto dan dikirimkan kepada masing-masing guru mata pelajaran. Anak-anak kami sudah terbiasa bersikap jujur, meskipun dikerjakan di rumah, terbukti tetap ada yang tidak bisa mengerjakan seluruh soal dan mengatakan soalnya susah, atau ada yang bilang kurang dalam persiapan belajar, sehingga kami yakin mereka mengerjakan sendiri, tidak dibantu orang tua dan tidak mencontek,” katanya.

Lihat juga...