Sukarela Keliling Desa, Dokter Muda Ini Edukasi Masyarakat

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Di tengah pandemi Covid-19, edukasi tentang protap kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih bagi masyarakat pedesaan. Namun tidak mudah untuk membuat masyarakat mau mendengar, karenanya dokter muda ini memilih melakukan edukasi sambil memberikan pelayanan akupuntur gratis.

Adalah Dr Syarif Hadi yang dengan sukarela berkeliling desa di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas untuk memberikan layanan akupuntur gratis sambil sosialisasi tentang cara-cara pencegahan Covid-19.

“Masyarakat desa minim informasi dan kalaupun mereka mendengar informasi tersebut, belum tentu mereka mau melaksanakannya. Padahal pandemi ini harus segera diputus, karena itu saya terpanggil untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan edukasi secara door to door sambil memberikan pelayanan akupuntur gratis, supaya warga desa mempunyai cukup waktu untuk mendengar penjelasan saya,” tutur dokter sekaligus penanggung jawab Klinik Pratama Rawat Inap Nahdatul Ulama (NU) Sumpiuh ini, Kamis (25/6/2020).

Dengan berbekal  beberapa dus steril acupunture needles atau jarum akupuntur, stetoskop dan alkohol, Dr Syarif mulai mengunjungi warga dengan mengajak serta beberapa asistennya. Alat Pelindung Diri (APD) juga dikenakan dengan lengkap. Kali ini yang dikunjungi adalah Desa Kuntili, Kecamatan Sumpiuh.

Ia menuju ke kantor desa dan menjelaskan tujuannya untuk menawarkan akupuntur gratis. Menurutnya, akupuntur selain bisa menghilangkan beberapa keluhan pasien, juga bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Pasien pertama yang mendapatkan layanan akupuntur adalah Sekretaris Desa Kuntili, Sarbini Joko. Ia mengaku sering merasa kesemutan pada bagian tangan. Dr Syarif langsung mengambil beberapa peralatan, pertama beberapa bagian dari tangan pasien dibersihkan dengan kapas yang sudah diberi alkohol, kemudian satu persatu mulai dimasuki jarum.

Jarum yang ditusukkan ukurannya sangat kecil, sekitar 0.2 milimeter, dengan panjang 15 mili meter. Sambil melakukan akupuntur, Dr Syarif mengajak ngobrol pasiennya. Ia mulai menjelaskan tentang new normal yang sekarang sedang diterapkan. Menurutnya, new normal artinya kehidupan baru dengan menerapkan protokol kesehatan.

Setelah 20 menit berlalu, Dr Syarif mulai melakukan pencabutan jarum-jarum dari tubuh pasien. Sarbini mengaku lebih bugar dan tangannya terasa ringan.

“Tangan saya sudah sebulan lebih ini sering kesemutan, ini setelah dilakukan akunputur, terasa lebih ringan dan tubuh juga terasa lebih bugar,” tuturnya.

Sarbini bertutur, selain mendapatkan layanan akupuntur gratis, ia juga mendapatkan banyak penjelasan dari Dr Syarif terkait new normal, di mana masyarakat tetap harus menggunakan masker saat bepergian, rajin cuci tangan dan menjaga jarak.

“Dan yang terpenting tidak perlu takut atau khawatir untuk berobat jika merasa sakit, karena tenaga medis pasti menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan tugasnya,” katanya,.

Kepala Desa Kuntili, Salamun mengatakan, ia sangat berterima kasih kepada Dr Syarif yang sudah memberikan layanan akupuntur gratis serta edukasi terhadap warganya. Menurutnya, tidak banyak dokter muda yang mau repot berkeliling sampai ke pelosok desa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Lihat juga...