Tabur Puja Bantu UMKM Tiga Kecamatan di Cilacap

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Program Tabur Puja Yayasan Damandiri sampai saat ini masih berjalan untuk membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada tiga kecamatan di Kabupaten Cilacap. Program yang mulai dijalankan tahun 2013 ini, dimotori oleh Sutadji, pensiunan Dinas Koperasi Kabupaten Cilacap.

“Sewaktu saya masih bekerja di Departemen Koperasi Cilacap, Pak Subiakto Tjakrawerdaja menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM dan beliau sering ke Cilacap. Jadi saya ini mantan anak buah beliau, saya pensiun tahun 1999,” kata Ketua KUD Utama Wanareja, Kabupaten Cilacap ini, Selasa (30/6/2020).

Selepas pensiun, karena kecintaannya pada koperasi, Sutadji tetap aktif menjadi pengurus Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Kabupaten Cilacap, sekaligus menjabat sebagai ketua KUD Utama Wanareja.

“Tahun 2013 Pak Subiakto berkunjung ke Cilacap dan meminta saya untuk mendampingi, beliau bercerita tentang beberapa program dari Yayasan Damandiri, yaitu program bantuan perumahan untuk nelayan, budidaya rumput laut dan program tabur puja,” cerita Sutadji.

Dalam kunjungan tersebut, Subiakto juga bertemu dengan bupati Cilacap serta dinas terkait. Dan Pemkab Cilacap menyambut baik program yang akan dijalankan oleh Yayasan Damandiri.

“Pada waktu itu, Pak Subiakto meminta saya untuk menjalankan program Tabur Puja. Beliau menjelaskan, Tabur Puja merupakan program pinjaman modal untuk membantu para pelaku usaha kecil di desa-desa. Penyalurannya diminta melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya), pada waktu itu Posdaya belum terbentuk, sehingga saya bersama dengan dinas terkait mulai membentuk Posdaya,” terangnya.

Ada tiga kecamatan yang akan mendapatkan bantuan pinjaman modal dari program Tabur Puja, yaitu Kecamatan Wanareja, Kecamatan Majenang dan Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap. Masing-masing kecamatan dibentuk lima Posdaya.

Bantuan pinjaman modal Tabur Puja diberikan kisaran Rp 2.000.000 per orang atau per usaha kecil. Yayasan Damandiri menyiapkan dana untuk masing-masing kecamatan sebesar Rp 1 miliar, sehingga total ada Rp 3 miliar.

“Dananya tidak langsung cair Rp 3 miliar, tetapi kita mengajukan orang-orang yang akan mendapatkan bantuan pinjaman, kemudian baru dicairkan oleh pihak Yayasan Damandiri,” kata Sutadji.

Anggota Posdaya yang mendapat bantuan pinjaman modal dari program Tabur Puja beragam, mulai dari tukang bakso, penjual pecel keliling, warung–warung kecil dan lain-lain. Menurut, Sutadji, para pelaku usaha kecil ini sangat terbantu dengan guliran bantuan pinjaman modal yang diberikan pihak yayasan.

Namun, bantuan tersebut juga harus disertai tanggung jawab dan kesanggupan untuk mencicil pinjaman sesuai ketentuan.

“Jadi yang selalu ditanamkan Pak Subiakto, bantuan itu sifatnya stimulan, supaya orang mau bekerja lebih keras untuk memperbaiki ekonomi, sehingga tidak hanya menerima bantuan dan selesai, tetapi berkelanjutan, perkembangan usaha mereka juga dipantau dan didampingi,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan modal Tabur Puja, Ibu Nunung dari Desa Salebu Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, mengaku terbantu dengan bantuan pinjaman modal yang diberikan Yayasan Damandiri.

Ibu Nunung membuka warung kecil di rumahnya dan tambahan modal tersebut, dipergunakan untuk menambah barang dagangannya.

“Pinjaman Rp 2.000.000 untuk usaha kecil seperti saya ya cukuplah, kalau pinjaman terlalu banyak, kita juga berat untuk membayar angsurannya,” tuturnya.

Lihat juga...