Tekan Perkembangan Hama Pertanian, Warga Kediri Lepas Hewan Liar

Warga Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, melepasliarkan hewan guna menekan penyebaran hama di pertanian di Kabupten Kediri, Jawa Timur – Foto Ant

KEDIRI – Warga Desa Mlati, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang tergabung dalam Komunitas Peduli Lingkungan dan Satwa Asli (Kopling), melepaskan ratusan ekor hewan liar ke alam bebas. Hal itu dilakukan, sebagai upaya membantu menekan perkembangan hama perusak tanaman pertanian milik warga.

“Aksi ini kami lakukan dilatarbelakangi adanya serangan hama. Ini mengakibatkan penurunan produksi pertanian,” kata Ketua Kopling Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Imam Saifudin, di Kediri, Minggu (28/6/2020).

Masyarakat di Desa Mlati, Kabupaten Kediri disebutnya, selama ini mengandalkan sektor pertanian sebagai penggerak roda perekonomian mereka. Sektor pertanian mendominasi pekerjaan warga, hingga 80 persen banyaknya.  Namun, karena banyaknya serangan hama, produksi pertanian dari lahan petani kurang berhasil optimal.

Beberapa jenis hewan yang dilepaskan adalah burung pemangsa serangga, musang, biawak, hingga berbagai jenis ular. Ada ratusan ekor hewan yang sebelumnya telah dikumpulkan oleh warga yang dilepas liarkan. Hewan-hewan tersebut sebelumnya dikumpulkan secara swadaya oleh warga dan sengaja dilepaskan.

Diharapkan, dengan pelepasan hewan-hewan tersebut, bisa mengembalikan ekosistem, sehingga serangan hama bisa berkurang. Sehingga gasil produksi pertanian terutama milik petani di Desa Mlati, Kecamatan Mojo, tersebut juga bisa kembali bagus.

Selain melepasliarkan hewan tersebut, masyarakat juga memasang papan pengumuman larangan berburu di sejumlah sudut desa. Masyarakat secara bergotong royong ikut menjaga lingkungan dari berbagai ancaman perburuan. “Jenis satwa yang dilepaskan beragam, ada aneka burung pemangsa serangga, musang, biawak, serta ular sebagai musuh tikus. Ini dikumpulkan secara swadaya dan diharapkan mampu mengembalikan keseimbangan ekosistem akibat perburuan liar,” tandas Imam.

Rencananya, kegiatan ini akan dilakukan secara terus menerus, demi menciptakan sebuah kampung yang produktif dan ramah satwa. Warga juga berharap adanya kepedulian dari instansi terkait, guna menambah keragaman satwa di desa, yang nantinya juga bisa sebagai ajang edukasi bagi generasi muda.

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri juga memanfaatkan burung hantu, guna menekan penyebaran hama tikus. Program ini sudah berjalan sejak 2018. Burung hantu (Tyto Alba) dimanfaatkan sebagai agen hayati. Burung hantu dipilih oleh dinas pertanian dan disebarkan ke pertanian warga, karena burung hantu mempunyai jarak jelajah sejauh kurang lebih 10 kilometer. Hal ini bisa menjadikan pengendalian hama tikus menjadi lebih efisien untuk satu kawasan pertanian.

Selain itu, burung hantu juga dapat bergerak cepat dan tanpa suara, yang menjadikan tidak mengganggu aktivitas pertanian. Satu kelompok tani di Kabupaten Kediri memelihara satu pasang burung hantu. Dengan satwa tersebit, diharapkan bisa berkembang biak menjadi lebih banyak dan dapat menjaga kawasan pertanian lebih luas lagi. (Ant)

Lihat juga...