TMII Bukti Sejarah Pembangunan Presiden Soeharto

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Dewan Komisaris Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Bambang Parikesit, mengatakan, Presiden Kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, menorehkan sejarah panjang dalam memajukan pembangunan bangsa dan negara Indonesia di segala bidang.

Salah satunya, pengembangan dan pelestarian budaya bangsa yang dibuktikan dengan mendorong pembangunan TMII, berkat gagasan dan ide cemerlang Ibu Negara Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto.

“Pak Harto adalah teladan bagi rakyat, tidak ada pemimpin seperti Beliau berpikir jauh ke depan membangun bangsa hingga manfaatnya terasa sampai kini. Salah satunya pengembangan dan pelestarian budaya bangsa dengan mewujudkan pembangunan TMII yang dilandasi pemikiran visioner Ibu Tien Soeharto,” ungkap Bambang kepada Cendana News saat dihubungi, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, di miniatur Indonesia bernama TMII, ragam budaya tradisional tersaji di anjungan-anjungan daerah dengan kemasan nan apik bermuatan kearifan lokal. Sejarah budaya bangsa dan perkembangan teknologi juga menghiasi museum-museum yang ada di TMII.

Bahkan flora dan fauna khas Indonesia juga tersaji di TMII. Seperti halnya, ragam jenis burung khas Indonesia menghiasi Taman Burung TMII, dan jenis ikan nusantara dapat dilihat di Dunia Air Tawar.

Begitu juga dengan wahana rekreasi yang disuguhkan selalu sarat edukasi kearifan lokal. Bahkan setiap gedung yang dibangun di area TMII, seperti Sasono Utomo sangat sarat ukiran falsafah Jawa yang mengandung arti sendi kehidupan.

Kerukunan umat beragama juga sangat kental terasa dengan pembuktian dibangunnya rumah ibadah enam agama yang berdampingan di kawasan TMII.

“Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto berpikir jauh ke depan, sebelum ninggalin negara ini, Beliau harus menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia punya ragam budaya yang tinggi, peradaban mulia adat istiadat,” ujarnya.

Dalam pengembangan dan pelestarian budaya, suguhan program budaya menjadi agenda rutin tahunan. Seperti, pertunjukan parade tari daerah, parade busana daerah, parade musik daerah, parade teater daerah dan lainnya.

“Semangat karya daerah mengirimkan kreasi tariannya di parade tari daerah, yang merupakan ajang nasional yang digelar TMII, merupakan bukti provinsi melestarikan budaya dengan inovasi kreasinya,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, bahwa pagelaran parade tersebut rutin digelar TMII sebagai amanah dari Ibu Tien Soeharto dalam upaya mengembangkan dan melestarikan khazanah budaya bangsa.

Menurutnya, TMII kini berusia 45 tahun telah sukses membentang sejarah khazanah budaya bangsa yang memberikan warna tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Hingga mereka mendapatkan pengalaman dan ilmu pengetahuan tentang ragam budaya daerah yang tersimpan dalam hatinya, setelah berkunjung ke TMII.

“TMII bukan sekedar taman rekreasi yang merakyat, tapi sebuah taman edukasi kebudayaan yang tercipta dari torehan sejarah kepemimpinan Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto untuk bangsa dan rakyatnya,” ungkap Bambang Parikesit, yang pernah menjabat sebagai Direktur Umum TMII.

TMII adalah taman warisan budaya yang dihibahkan dari Yayasan Harapan Kita (YHK) kepada pemerintah. Namun demikian pengelolaan TMII dipercayakan kepada YHK, yakni sebuah yayasan yang didirikan oleh Ibu Tien Soeharto.

Di usia TMII ke 45 tahun tepatnya pada 20 April 2020, Bambang pun berharap pemerintah lebih dapat memperhatikan keberadaan TMII. Apalagi menurutnya, TMII ini telah dihibahkan kepada pemerintah.

“Pemerintah harus turun tangan, TMII ini kan warisan hibah dari Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto, bisa menyatukan budaya bangsa. Sangat luar biasa, pengabdian Beliau lahir batin untuk bangsa dan negara Indonesia ini. Harapannya pemerintah lebih perhatian lagi pada TMII,” pungkas pria kelahiran Kediri tahun 1942, ini.

Lihat juga...