TMII Cerminan Ketahanan Nasional

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan representasi pembangunan di zaman pemerintah Presiden Kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto. Ketika itu diinisiasi  Ibu Negara Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto, mengomandani pembangunan miniatur Indonesia itu.

Demikian disampaikan Komisaris Utama TMII, Bambang Wibawarta, kepada Cendana News di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, saat penyemprotan disinfektan, belum lama ini.

“Kita bisa melihat TMII, seperti ini, kira-kira bermanfaat nggak buat masyarakat? Kita fokus pada manfaatnya saja, TMII adalah wahana hiburan dan edukasi budaya terlahir dari ide cemerlang Ibu Tien Soeharto,” ujar Bambang.

Bahkan kata dia, jumlah pengunjung selalu meningkat setiap tahun. Ini sebagai bukti TMII merupakan wahana budaya Indonesia yang dikagumi masyarakat Indonesia.

Hingga dari kunjungan ke miniatur Indonesia ini, mereka mendapatkan manfaat lebih mengenal ragam budaya Indonesia, menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejarah bangsa.

“Kalau tidak ada pandemi Covid-19 ini, satu tahun hampir 6 juta pengunjung. Jadi per bulan bisa hampir 500 ribu pengunjungnya kalau dirata-rata. Ini kan berarti menjadi suatu entitas tempat yang sangat besar sekali peminat yang berwisata ke TMII,” papar Bambang.

Sebagai wahana budaya, TMII terhiasi 34 anjungan daerah, 20 museum, wahana rekreasi, yang kesemuanya itu sarat edukasi budaya bangsa.

“Jadi, ini benar-benar taman edukasi, bukan taman hiburan. Bahkan, anak-anak SD, SMP, SMA, dan masyarakat umum mendapatkan pengetahuan tentang Indonesia, bermacam teknologi, transportasi dan budaya khususnya,” ungkapnya lagi.

Hal yang sangat penting diperhatikan bahwa ketahanan budaya adalah ketahanan nasional. Terlihat hadirnya TMII ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Indonesia.

“Saya rasa tempat wisata yang mengusung sebagai taman budaya, tidak banyak. Apalagi dengan skala 150 hektare luas area wisatanya. Nah, hanya TMII sebagai cerminan ketahanan nasional bangsa. Mudah-mudah bisa terus memberikan manfaat. Itu yang penting,” ujarnya.

Menurutnya pula, bisa saja membangun macam-macam, tetapi masyarakat harus menikmati hasil dari pembangunan.

TMII adalah suatu monumen, tempat wahana wisata yang bisa memberikan manfaat berupa pengetahuan sejarah khazanah budaya bangsa pada masyarakat luas.

Bambang juga mengatakan, bahwa di masa pemerintahan Pak Harto, bisa melihat bagaimana semua pihak  bekerja dengan baik, dan melakukan pembangunan ketika itu.

Kemudian tingkat pertumbuhan ekonomi juga bagus, dan juga bidang lainnya. Menurutnya, tentu pembangunan itu harus dilanjutkan oleh generasi muda, atau pemimpin berikutnya.

“Mereka bisa mengambil manfaat dari apa yang sudah dilakukan Pak Harto,” pungkasnya.

Lihat juga...