Warung Cerdas Wanareja Utamakan Suplayer Lokal

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Warung Cerdas Wanareja, Kabupaten Cilacap, tak sekadar mencari keuntungan, namun juga berupaya mengangkat produk-produk lokal. Karenanya, mereka mengutamakan suplayer dari warga lokal. Hingga saat ini, tercatat ada 13 suplayer dari warga lokal. Sebagian besar barang yang disuplai adalah jenis makanan ringan home industry. Namun ada juga yang menyuplai telur ayam, telur puyuh serta beras.

“Untuk telur ayam, ada 4 warga yang menyuplai ke sini, kemudian telur puyuh ada 1 petani, beras ada dua petani lokal yang menyuplai dan paling banyak makanan ringan, ada 6 orang penyuplai,” kata Manajer KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto, Senin (29/6/2020).

Sudaryanto mengatakan, pada prinsipnya jika ada petani lokal atau pun warga sekitar yang mampu menyuplai kebutuhan ke Warung Cerdas Wanareja, akan diutamakan. Selebihnya, jika masih ada kekurangan pasokan barang kebutuhan lainnya, Warung Cerdas baru mengambil kepada suplayer dari luar.

Sudaryanto, Manajer KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, di Cilacap, Senin (29/6/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Untuk suplayer dari luar, biasanya secara rutin datang ke Warung Cerdas, ada yang seminggu sekali, dua minggu sekali dan ada juga yang sebulan sekali.

Sementara untuk produk makanan ringan yang banyak diproduksi warga sekitar dan dijual melalui Warung Cerdas Wanareja, yaitu aneka jenis keripik, seperti keripik singkong, keripik ubi, keripik bayam, sale pisang dan lain-lain. Makanan tersebut dikemas dalam plastik ukuran sedang. Harga jualnya juga sangat terjangkau, hanya pada kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkus.

“Untuk produk makanan ringan cukup diminati pasar, terutama yang jenis keripik, karena rasanya enak dan harganya murah,” jelasnya.

Salah satu suplayer makanan ringan di Warung Cerdas Wanareja, Tati, mengatakan ada dua jenis makanan ringan yang ia produksi dan dipasarkan melalui Warung Cerdas, yaitu keripik ubi dan keripik bayam. Harganya per kemasan Rp5.000.

Tati mengaku mengirim makanan ringan tersebut dua minggu sekali, masing-masing jenis sebanyak 50 bungkus. Dan, biasanya habis terjual.

“Keberadaan Warung Cerdan ini sangat membantu kami, warga sekitar yang memproduksi makanan home industry, karena kami diberi tempat di sini,” tuturnya.

Lihat juga...