Yuk, Bikin Bunga Cantik dari Limbah Plastik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Limbah plastik rupanya bisa dimanfaatkan menjadi beragam kerajinan tangan, termasuk diantaranya bunga cantik sebagai hiasan rumah atau pun buket bunga. Selain unik, bunga dari kreasi sampah plastik ini, juga menjadi kepedulian dalam memanfaatkan barang daur ulang.

“Untuk membuat bunga atau buket bunga dari limbah plastik, caranya sangat mudah. Selain itu bahan-bahan yang digunakan juga mudah didapat yakni limbah plastik, stik bambu serta lem plastik,” papar instruktur, Laila, di sela pelatihan pemanfaatkan limbah plastik di Semarang, Rabu (3/6/2020).

Dipaparkan, untuk membuat bunga tersebut, bisa memanfaatkan plastik kresek beraneka warna, seperti hitam, putih, merah, kuning hingga biru. “Bebas saja, bisa menggunakan satu warna atau beragam. Tergantung selera masing-masing,” terangnya.

Laila menuturkan, langkah pertama potong plastik kresek memanjang, menjadi tiga bagian. Selanjutnya, tangkupkan lipatan plastik dan digulung pada stik bambu. Agar melekat kuat, plastik tersebut kemudian dilem.

“Mudah dan murah dalam pembuatannya, yang diperlukan hanya kesabaran serta ketelitian. Nantinya setelah kelopak bunga sudah jadi, batang bambu kita lilit juga dengan sisa lembaran plastik kresek. Baru kemudian beberapa tangkai bunga yang sudah jadi disatukan, sehingga menjadi buket bunga,” paparnya.

Dijelaskan, kreasi bunga plastik tersebut selain bisa menjadi hiasan, juga bernilai ekonomis. “Selain mengurangi sampah plastik, juga mampu menghasilkan uang. Jadi bisa dibilang sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui,” ucapnya.

Sementara, salah seorang peserta, Suhartini, mengaku baru kali ini mendapat pelatihan pembuatan bunga dengan memanfaatkan limbah plastik.

Salah seorang peserta, Suhartini, menunjukkan hasil buatannya dalam pelatihan pembuatan bunga dengan memanfaatkan limbah plastik di Semarang, Rabu (3/6/2020). Foto: Arixc Ardana

“Sebelumnya sudah pernah lihat, saat ada pameran. Pernah juga lihat di youtube, tapi kalau ikut pelatihan baru sekarang ini,” terangnya.

Dirinya mengaku tidak kesulitan, dalam membuat kerajinan bunga plastik tersebut. “Kesulitannya hanya sewaktu awal-awal menggulung lipatan plastik, agar jadi kelopak bunga. Tapi setelah beberapa kali mencoba, jadinya lancar,” imbuh ibu satu anak tersebut.

Hal senada juga disampaikan Diah Setyorini. Pengalaman tersebut, menjadi yang pertama buat dirinya. “Sebelumnya juga sudah pernah lihat di youtube, coba mempraktikkan tapi gagal, baru kemudian berhasil setelah ikut pelatihan,” terangnya.

Mahasiswa salah satu PTS di Semarang ini mengaku senang bisa ikut kegiatan tersebut. Tidak hanya sekedar mengasah ketrampilan, namun juga ikut berperan dalam mengurangi sampah plastik.

“Nanti hasilnya akan saya pajang di kamar, sebagai hiasan,” pungkasnya.

Lihat juga...