20 Warga Sabang Jalani Tes Usap Covid-19

BANDA ACEH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang, Aceh, melakukan tes usap terhadap 20 warga Sabang untuk diuji dengan metode polymerase chain reaction (PCR), sebagai langkah antisipasi setelah satu orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Direktur RSUD Kota Sabang, dr. Edi Suharto, mengatakan dari 20 warga yang telah diambil sampel usap tersebut, empat orang di antaranya merupakan anggota keluarga warga berinisial NAU, 16 tahun, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kemudian 16 orang lagi perawat yang sudah diambil sampel usapnya. Tapi hasil tes usapnya belum keluar, mudah-mudahan negatif semuanya,” kata Edi di Sabang.

Dia menjelaskan, empat orang anggota keluarga NAU tersebut yakni ayah dan satu orang saudara kandung pasien, serta dua orang pamannya. Keempat warga itu sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Sedangkan 16 orang perawat di Puskesmas Sukajaya tersebut juga sedang menjalani isolasi mandiri, sembari menunggu hasil tes usap dengan metode PCR di Balai Litbangkes Aceh di Aceh Besar.

Edi menjelaskan, sejak NAU dinyatakan positif Covid-19, pihaknya segera melacak semua yang berkontak dekat dengan pasien, mulai dari anggota keluarga, tenaga medis, hingga petugas kebersihan di RSUD Sabang.

Langkah antisipasi pertama, kata dia, ibu dan adik kandung NAU yang masih berumur enam bulan telah dilakukan uji sampel usap, dan hasilnya diketahui negatif Covid-19. Kemudian baru disusul uji sampel usap 20 warga lainnya tersebut.

“Jadi sekarang posisi anak (balita, enam bulan) dan ibunya isolasi mandiri di rumah. Sedangkan kakaknya (NAU) yang positif masih dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh,” ujarnya.

Menurut Edi, kini 10 perawat juga sedang menjalani isolasi di ruang isolasi milik Akper Ibnu Sina Kota Sabang, dan lima orang di RSUD Sabang. Mereka juga akan menjalani tes usap PCR, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

“Iya ada diisolasi karena berkontak dekat dengan pasien positif Covid-19. Tapi sudah beberapa hari isolasi ini enggak ada masalah apa pun, namun tetap kita tes usap,” kata Edi.

Edi menjelaskan, NAU merupakan santriwati di salah satu pesantren di Kota Sabang. Dia tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah transmisi lokal Covid-19, begitu juga kedua orang tuanya.

Bahkan, selama mewabahnya pandemi Covid-19, NAU juga belum pernah masuk ke pesantrennya. Saat ini, kata dia, Dinas Kesehatan Sabang sedang melacak sumber penyebab tertularnya pasien Covid-19 perdana tersebut di Pulau Weh.

“Pasien ini tidak ada keluar daerah, dan tidak ke mana-mana. Dia anak pesantren, tapi itu pun dia belum ada jadwal masuk pesantren di Sabang,” ujarnya.  (Ant)

Lihat juga...