987 Tenaga Medis di Sikka Jalani ‘Rapid Test’

Redaktur: Satmoko Budi Santodo

MAUMERE – Para tenaga medis di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kurang lebih selama 4 bulan sejak pertengahan bulan Maret hingga saat ini Juli 2020, sibuk melayani pemeriksaan kesehatan pelaku perjalanan dan perawatan pasien positif Covid-19.

Pemeriksaan rapid test ini dilakukan terhadap 987 tenaga medis yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan baik di Puskesmas, rumah sakit maupun di Posko Covid-19 Kabupaten Sikka di Dinas Kesehatan.

“Kami akan melakukan pemeriksaan rapid test terhadap para tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten Sikka,” sebut Petrus Herlemus, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (1/7/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditemui di kantornya, Rabu (1/7/2020). Foto: Ebed de Rosary

Petrus menjelaskan, pemeriksaan ini dilakukan agar kesehatan tenaga medis yang bertugas bisa diketahui. Petugas kesehatan sebutnya, selama ini bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan dan kontak erat dengan pelaku perjalanan.

Rapid test ini jelasnya, dilaksanakan selama 3 hari yang  dimulai pada hari ini Rabu(1/7/2020) hingga Jumat (3/7/2020). Pemeriksaan sambungnya, dilakukan secara bertahap agar tidak ada kekosongan pelayanan kesehatan.

“Petugas kesehatan yang diperiksa terdiri dari sekitar 30 dokter yang tersebar di seluruh Puskesmas yang ada di kabupaten Sikka. Selain itu petugas kesehatan lainnya dan para relawan juga akan menjalani pemeriksaan rapid test,” paparnya.

Selain itu sambung Petrus, dari 10 pasien positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere, berdasarkan hasil pemeriksaan dari Laboratorium RSUD. W.Z. Johannes Kupang terkonfirmasi hasilnya 4 orang dinyatakan negatif.

Para pasien yang dirawat ini sebutnya, sudah menjalani pemeriksaan swab sebanyak 9 dan 10 kali untuk memastikan apakah mereka benar-benar negatif. Sebanyak 6 orang masih positif  menjalani perawatan.

“Kita berharap ke 6 pasien positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere ini dalam Minggu ini bisa sembuh sehingga Kabupaten Sikka kembali ke zona hijau,” harapnya.

Sementara itu, dr. Asep Purnama, dokter spesialis penyakit dalam RS TC Hillers Maumere, mengakui, kesembuhan pasien positif Covid-19 ada yang cepat dan ada yang butuh waktu berbulan-bulan.

Menurut Asep, hal ini bergantung pada imun atau daya tahan tubuh seseorang sehingga ada yang imun tubuhnya kuat dan virusnya cepat mati. Ada yang imunnya lemah sehingga menurutnya harus diberikan perawatan intensif bisa melawan penyakit.

“Memang daya tahan tubuh seseorang berbeda sehingga cepat atau lamanya seseorang sembuh tergantung kepada imun atau daya tahan tubuh. Pasien memang mendapatkan perawatan dan selalu diberi vitamin serta mengonsumsi makanan bergizi,” ungkapnya.

Pemeriksaan rapid test kata Asep hanya untuk mengetahui apakah di dalam tubuh seseorang ada virusnya atau tidak. Kalau hasilnya reaktif sebutnya, maka di dalam tubuh seseorang terdapat virus.

“Tapi untuk mengetahui apakah itu virus Corona maka harus dilakukan pemeriksaan swab terhadap seseorang. Saya mengapresiasi kegiatan rapid test bagi tenaga medis,” pungkasnya.

Lihat juga...