Ada Santri Terkonfirmasi Positif COVID-19, Ponpes Gontor 2 Diisolasi

Panitia mendata sejumlah santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor asal Banten, yang akan kembali ke kampus mereka di Ponorogo di Stadion Maulana Yusuf Serang, Banten, Jumat (19/6/2020) – Foto Ant

PONOROGO – Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor 2, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Siman, Ponorogo diisolasi, setelah satu santrinya terkonfirmasi positif COVID-19.

Santri tersebut dimungkinkan menulari santri lain selama persiapan menuju normal baru. “Sementara di pondoknya sedang dilakukan tracing terhadap kontak erat,” kata Bupati Ponorogo, Ipong Muslchlisoni, Senin (6/7/2020).

Tidak hanya sebatas melakukan penelusuran, semua kontak erat dengan santri tersebut wajib juga diisolasi. Utamanya diisolasi dari warga pondok lainnya. Tim kesehatan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, selanjutnya akan melakukan testing, baik metode rapid test atau tes cepat maupun tes usap atau swab test. “Untuk sementara warga ponpes yang ada di dalam tidak diperkenankan untuk keluar pondok, begitu juga tidak diperkenankan menerima tamu atau kunjungan untuk keperluan apapun, kecuali pemenuhan kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Ipong memastikan, bakal melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan isolasi di pondok. “Semoga upaya ini dapat mengendalikan dan mencegah penularan lebih lanjut,” tandasnya.

Santri Ponpes Gontor 2 asal Sidoarjo ini sebelumnya datang ke pondok pada 17 Juni, tanpa membawa surat keterangan hasil pemeriksaan dengan tes cepat. Dua pekan berlalu, Dinkes Jatim mengkonfirmasi, orang tua (bapak) dari santri asal Sidoarjo tersebut positif COVID-19.

Dinkes Ponorogo kemudian mengambil langkah untuk memeriksa tes usap pada santri asal Sidoarjo tersebut, dan didapatkan hasil positif COVID-19. “Saat ini yang bersangkutan sudah diisolasi di rumah sakit. Sementara di pondoknya sedang dilakukan tracing terhadap kontak erat,” jelasnya.

Selain penambahan satu kasus dari lingkungan pesantren besar, satu kasus konfirmasi di Ponorogo juga didapat dari hasil tes usap anak umur 6 tahun yang ibunya (pasien 44) lebih dulu teridentifikasi COVID-19. Jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di Ponorogo hingga awal pekan kedua Juli ini tercatat mencapai 56 orang. Dari jumlah itu, tiga orang menjalani isolasi mandiri, kemudian yang menjalani isolasi di rumah sakit ada 19 orang, dua orang isolasi di rumah, dan 32 orang sembuh. “Di Ponorogo sejauh ini ada tiga pasien konfirmasi positif COVID-19 yang meninggal,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...