Adaptasi New Normal, Kemenag Anggarkan 2,9 Triliun untuk 21.173 Pesantren

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam jumpa pers virtual, Kamis (16/7/2020). Foto Amar Faizal Haidar

JAKARTA — Pemerintah  menyiapkan anggaran bantuan sebesar 2,9 triliun untuk mendukung aktivitas pendidikan pesantren di masa pandemi. Kementerian Agama (Kemenag) mencatat, 21.173 pesantren telah terdata sebagai penerima bantuan tersebut.

“Jenis bantuannya itu ada dua, pertama bantuan operasional ini sebesar Rp645,7 miliar, dan kedua bantuan pembelajaran dalam jaringan (jaring) sebesar Rp211,73 miliar,” terang Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam jumpa pers virtual, Kamis (16/7/2020).

Untuk bantuan operasional, Kamaruddin mengatakan, besaran bantuannya tergantung dari kategori pesantren tersebut, kecil, sedang ataupun besar.

“Kalau kategori Kecil itu sudah kita data jumlahnya 14,906 pesantren, ini akan menerima sebesar Rp25 juta per pondok. Pesantren Sedang jumlahnya 4.032 dan diberikan sebesar Rp40 juta per pondok. Pesantren Besar itu jumlahnya 2.235 pondok, masing-masing akan menerima Rp50 juta,” jelas Kamaruddin.

Bantuan selanjutnya adalah pembelajaran daring. Kemenag telah mendata, bahwa yang akan menerima bantuan ini sebanyak 14.000 pesantren.

“Jadi tiap pesantren itu akan diberikan anggaran sebesar 15 juta perbulan selama tiga bulan. Anggaran ini bisa digunakan untuk apa saja, yang penting dapat mendukung proses pembelajaran daring,” tukas Kamaruddi.

Sementera itu, di forum yang sama, Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Purwanto menambahkan, selain dua bantuan tersebut, pemerintah akan memberikan bantuan bagi Guru, Ustadz maupun pengasuh pondok pesantren.

“Jadi Kemenag sudah berkoordinasi dengan Kementerian Desa dan Kementerian Sosial untuk menginventarisir mereka yang berhak menerima insentif ini, melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Daa Desa,” ujar Purwanto.

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan rapid test/swab test Covid-19 secara gratis bagi kalangan pesantren, namun tidak berlaku menyeluruh, hanya bagi mereka yang mengalami gejala Covid.

“Pemerintah juga melalui Kementerian PUPR akan membangun sarana prasarana seperti tempat wudhu maupun MCK di 100 pesantren yang tersebar di 10 provinsi,” pungkas Purwanto.

Lihat juga...