Air Lindi Pengelolaan TPA Sumur Batu Diduga Cemari Kali Asem

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (Amphibi) Bekasi Raya, menyoroti dugaan pencemaran diakibatkan air Lindi dari tempat pembuangan akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi Jawa Barat.

Air tetesan sampah tersebut menyebabkan sepanjang aliran Kali Asem menghitam akibat tidak berfungsi dengan baik instalasi pengolahan sampah (IPAS) milik Pemerintah Kota Bekasi tersebut.

“Ini sebenarnya persoalan lama, yang terkesan dibiarkan begitu saja selama puluhan tahun. Harusnya bisa mendapat perhatian, maka kita ingin mengingatkan,” ungkap Joko Santoso, Kabid Sumber Daya Alam LSM Amphibi kepada Cendana News, Rabu (8/7/2020).

Dikatakan tetesan air Lindi dari TPA Sumur Batu, sudah sejak lima tahun lalu dikeluhkan karena merusak kandungan air sungai, hingga membuat kandungan air sepanjang jalur aliran Kali Asem tercemar.

Menurutnya, Amphibi sudah mengambil contoh air dan telah dimasukkan untuk diuji lab. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui secara pasti apakah pencemaran di Kali Asem akibat tetesan air Lindi di TPA Sumur Batu atau akibat limbah rumah tangga.

“Kita hanya ingin mengingatkan pemerintah, jika salah maka harus ada upaya perbaikan sistem pengelolaan IPAS di TPA Sumur Batu. Amphibi akan menyusuri hingga ke muara aliran Kali Asem untuk dijadikan data,” tukas Joko Santoso.

Lebih lanjut dikatakan jika, uji lab keluar dan membenarkan hitamnya air disaluran Kali Asem, akibat tetesan pengolahan sampah di TPA Sumur Batu maka Amphibi akan mendesak Pemkot Bekasi melakukan pembenahan. Karena lintasan Kali Asem muaranya ada di Kali Bekasi, melalui pemukiman penduduk.

“Dari penelusuran Amphibi, imbas buruknya saluran Kali Asem dirasakan  warga di wilayah Regency Mustika Jaya. Jika hujan selain banjir air di pemukiman tersebut jelek dan bau,” tegas Joko.

Seharusnya melalui teknik yang terus maju, tetesan air Lindi dari lokasi TPA Sumur Batu tersebut bisa diolah dengan baik sebelum dialirkan ke Kali Asem. Tapi selama ini Pemkot Bekasi belum pernah melibatkan Amphibi terkait pengelolaan lingkungan

Kepala UPTD TPA Sumur, Ulfah Masrofah, menunjukkan lokasi potongan pipa oleh PT NWA yang mengalirkan air Lindi ke IPAS sebelum dibuang ke Kali Asem sampai sekarang belum diperbaiki hingga air Lindi mengalir langsung sebelum diproses, Rabu (8/7/2020). -Foto: M. Amin

Tim Amphibi diakuinya kemarin sudah melihat langsung TPA Sumur Batu untuk melihat pengelolaan sampah. Dari pantauan di lokasi terjadi penumpukan truk sampah yang membawa muatan sampah hingga ke gerbang masuk TPA.

Selain itu mereka memastikan bahwa IPAS yang dimiliki tidak berjalan dengan semestinya. Sehingga harusnya pengolahan air sampah atau Lindi yang seharusnya diolah dahulu melalui kolam-kolam pengolahan, sampai dengan kondisi air normal dan steril dari Lindi dan layak buang ke sungai tidak berjalan maksimal.

“Fakta di lapangan sangat memprihatinkan ketika Tim Amphibi melihat kali Asem dengan kondisi air berwarna hitam pekat dengan sampah-sampah yang tersangkut,” tukasnya.

Dari tinjauan tersebut belum ada konsep baru dalam pengelolaan sampah TPA Sumur Batu. Hal tersebut tentu mengkhawatirkan  terjadinya kerusakan Lingkungan yang semakin parah.

Dikonfirmasi terpisah Ulfah Masrofah, Kepala UPTD TPA Sumur Batu, mengakui hal tersebut terjadi akibat pipa tetesan limbah yang seharusnya masuk ke IPAS ternyata dipotong oleh PT NWA.

“Memang tetesan air sampah selama ini tidak masuk ke IPAS. Itu kan setelah dicek di lapangan pipanya dipotong PT NWA yang pernah kerja sama mengolah sampah. Sampai sekarang belum di kembalikan meskipun sudah diminta,” ujarnya singkat.

Lihat juga...