Akademisi: Edukasi Prokes Harus Dimulai dari Keluarga

PALANGKA RAYA — Rektor Universitas Negeri Palangka Raya (UPR) Andrie Elia Embang mengatakan edukasi mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam upaya mencegah pendemi COVID-19 harus dimulai dari lingkungan keluarga.

“Keluarga merupakan unit terkecil di lingkungan masyarakat namun memiliki peran strategis dalam menyukseskan penerapan protokol kesehatan seperti pakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun dan menjaga jarak,” kata Andrie Elia di Palangka Raya, Jumat (10/7/2020).

Menurut dia, edukasi kepada lingkungan keluarga menjadi upaya yang cukup efektif dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Jika setiap keluarga terlindungi maka lingkungan sosial yang lebih luas juga tidak akan terpapar COVID-19.

“Oleh karena itu, meski keluarga merupakan lingkup terkecil dalam kehidupan bermasyarakat tetapi memiliki peran penting dalam membentengi seluruh anggota keluarga dari paparan COVID-19,” katanya.

Jika itu dapat dimaksimalkan maka upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus akan sangat terbantu. Untuk itu pemerintah juga harus meningkatkan lagi fungsi keluarga dalam melindungi kesehatan seluruh anggota keluarganya.

“Seluruh keluarga harus semakin peduli terhadap perlindungan kesehatan, mulai dari protokol kesehatan hingga pemenuhan makanan bergizi guna menjaga daya tahan tubuh. Ini juga menjadi tantangan yang harus diselesaikan pemerintah,” katanya.

Di sisi lain, dia juga menekankan pemerintah untuk meningkatkan program pemberdayaan masyarakat agar tetap mampu produktif di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

“Saat ini kita juga diharapkan dengan kondisi normal baru yang tidak dapat dihindari. Maka selain peningkatan kesadaran pola hidup sehat, pembangunan sosial ekonomi baik di wilayah perkotaan maupun di perdesaan harus tetap dilaksanakan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan bahwa terkait hal itu, pihaknya juga siap mendukung dan terlibat diberbagai program pemerintah dalam upaya mengatasi dan meminimalkan dampak berantai dari pandemi COVID-19.

“Tentu kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Di lingkup kampus setidaknya kami juga menerapkan pembatasan fisik bahkan sebagian lain kegiatan akademik kami lakukan memanfaatkan sistem daring,” katanya. (Ant)

Lihat juga...