Akses Jalan Penghubung Dukung Sektor Pendidikan di Bakauheni

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Puluhan tahun terpaksa melintasi jalan memutar, anak usia sekolah bisa mempersingkat jarak tempuh. Tumenggung Lekok, Kepala Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut infrastruktur jalan jadi kendala selama 30 tahun lebih antara Desa Hatta dan Desa Kelawi. 

Berkat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 infrastruktur jalan diperbaiki. Jalan sepanjang 1100 meter dengan lebar 5 meter memudahkan mobilitas warga. Sebanyak dua jembatan yang selesai dibangun memasuki tahap pembuatan pagar. Berkat jalan penghubung yang dibangun oleh TNI bersama warga, hambatan infrastruktur bisa diatasi.

Selama puluhan tahun anak anak yang akan bersekolah di SD hingga SMA yang berada di Desa Kelawi harus memutar melewati Desa Bakauheni. Butuh waktu hampir satu jam untuk tiba di sekolah, namun berkat peningkatan badan jalan penghubung siswa sekolah lebih dipermudah. Selain jembatan, gorong gorong bangunan talud saluran irigasi diperkuat untuk memperlancar saluran air.

“Selama ini pengajuan untuk pembangunan jalan, jembatan telah diusulkan ke pemerintah kabupaten namun dengan keterbatasan anggaran sempat tertunda, beruntung ada program TMMD melalui Kodim-0421 Lamsel sehingga anak-anak bisa lebih dekat ke sekolah,” terang Tumenggung Lekok saat dikonfirmasiCendana News, Kamis (9/7/2020).

Tumenggung Lekok, Kepala Desa Hatta,Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan saat ditemui, Kamis (9/7/2020). -Foto Henk Widi

Keberadaan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Ar Rohman yang ada di Dusun Merut menurutnya didukung oleh akses jalan yang lancar. Jalan penghubung antar Desa Hatta dan Desa Kelawi sepanjang kurang lebih empat kilometer selama ini masih berupa jalan tanah, sebagian jalan onderlagh, aspal dan rigid beton. Pembangunan talud disebutnya akan dilanjutkan oleh pemerintah daerah untuk semakin memperlancar mobilitas warga.

Orangtua yang akan mengantar anaknya untuk bersekolah di SDN Kelawi, SMPN Kelawi dan SMK dan SMAN Kelawi akan dipermudah. Selain sasaran utama tersebut kegiatan yang dilakukan oleh TMMD le-108 perbaikan bangunan masjid, bedah rumah dan pembuatan sumur bor juga dilakukan. Berkat pembangunan tersebut warga cukup terbantu.

Dedi Suwardi, salah satu warga menyebut sangat terbantu program pembangunan jalan. Sebab selama ini ia harus mengangkut hasil panen kelapa dan pisang memakai motor. Namun berkat adanya jalan yang lancar pengangkutan hasil bumi bisa dilakukan dengan mobil. Keberadaan infrastruktur akan membuat efisiensi biaya, tenaga dan waktu.

“Jalan penghubung antar desa juga akan meningkatkan ekonomi warga yang berprofesi sebagai petani dan pekebun,” cetusnya.

Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi Mabesad Kol Kolonel Kav. Dani Wardhana (kiri) dan Dandim 421 Lampung Selatan, Lektol Kav Robinson Octovianus Bessie (kanan) saat peninjauan TMMD ke-108 di Kecamatan Bakauheni, Kamis (9/7/2020). -Foto: Henk Widi

Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabesad Kol Kav. Dani Wardhana menyebut program TMMD ke-108 memiliki sejumlah sasaran. Program yang dijalankan pada sejumlah wilayah di Indonesia tersebut membantu masyarakat yang menginginkan infrastruktur memadai. Namun imbas Covid-19 sejumlah program TMMD harus ditunda.

Pada kegiatan TMMD, Wasev menyebut bagi personel tetap dianjurkan menerapkan protokol kesehatan. Selain bagi anggota dukungan penerapan protokol kesehatan juga diberikan kepada masyarakat. Dukungan diberikan dalam bentuk alat cuci tangan, masker dan sejumlah peralatan olahraga.

“Selama Covid-19 warga dan TNI yang bertugas tetap menerapkan protokol kesehatan,” cetus Kol Kav. Dani Wardhana.

Progres pembangunan infrastruktur jalan hingga 70 persen menurutnya cukup cepat. Namun kondisi medan yang sulit diantara perbukitan dan juga cuaca hujan memperlambat proses pembangunan. Melalui kegiatan tersebut ia memastikan selain tingkat ekonomi warga bisa meningkat sektor pendidikan pada wilayah tersebut akan semakin membaik.

 

Lihat juga...