Aroma Busuk di Pasar Kranji Dikeluhkan Warga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Aroma tak sedap berasal dari tumpukan sampah di areal depan Pasar Baru Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai dikeluhkan pengunjung ataupun warga yang melintas.

“Aroma busuk ini baru terjadi, sejak ada pembangunan di sisi selatan pasar. Dulunya nggak ada, sekarang saya lihat sampah pasar berada di depan pasar dekat pintu masuk,” ungkap Agus (31) warga Kranji kepada Cendana News, Rabu (8/7/2020).

Dia mengaku awalnya bingung asal bau busuk ketika berada di areal depan pasar Kranji. Ternyata sumber aroma tak sedap tersebut berasal dari tumpukan sampah yang hanya ditutupi seng seadanya tepat berada di sekitar depan pasar.

Menurutnya, sangat aneh tumpukan sampah berada di depan pasar karena imbasnya bukan hanya lingkungan pasar, tapi pengendara yang melintas akan menoleh saat melintas di depan pasar akibat bau busuk menyengat.

Diketahui saat ini, sisi selatan pasar baru Kranji, tengah dilakukan proses pembangunan kios untuk dijadikan tempat penampungan sementara saat pelaksanaan revitalisasi pasar dilaksanakan.

Kepala Pasar Kranji, Amas, dikonfirmasi terpisah terkait aroma busuk di sekitar pasar mengatakan bahwa tempat penampungan sampah pasar sementara dipindah ke depan. Namun demikian dia memastikan kondisi tersebut tidak lama.

Amas Kepala Pasar Baru Kranji, dikonfirmasi mengakui pemindahan sampah di bagi depan sifatnya sementara karena ada pekerjaan di sisi selatan pembangunan kios untuk penampungan, Rabu (8/7/2020) – Foto: Muhammad Amin

“Memang, banyak yang mengeluhkan aroma busuk di Pasar Kranji. Tapi mau bagaimana lagi, kondisi sisi selatan pasar saat ini tengah dibangun kios untuk penampungan sementara,” jelasnya.

Namun, demikian, lanjutnya itu hanya sementara. Bulan depan ungkapnya tempat sampah akan dikembalikan ke sisi belakang pasar sampai bangunan kios penampungan selesai dilaksanakan.

“Saya tiap hari kontrol terus dan kerjasama juga ke pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi dan itu bersih tidak ada sampahnya. Aroma bau itu mungkin karena sisa sampah,” ujar dia.

Dikatakan tempat sampah sementara hanya dilokalisir dengan ditutup seng. Harapannya guna meminimalisir bau dan sampah tidak terlihat menumpuk yang bisa mengganggu pengunjung pasar.

“Tapi kan karena namanya sampah. Pasti bau, apalagi sampah pasar yang didominasi sisa sayuran, daging atau lainnya,” ujar dia lagi.

Lebih jauh dia memastikan bahwa sampah tidak pernah menginap, sore atau pagi langsung diangkut untuk dibuang ke TPA Sumur Batu. Sementara jelasnya, tempat sampah di Pasar Kranji akan dipindah-pindah.

“Tempat sampah sekarang, nanti akan dibangun kios juga. Artinya harus dipindah lagi. Makanya dibuat mobile sampai pembangunan kios selesai,” tegasnya memastikan ada dua mobil sampah mengangkut setiap pagi dan sore.

Lihat juga...