Atasi Penyakit Kelinci, Peternak Kulon Progo Gunakan Cara Khusus

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Seorang pembudidaya kelinci asal Kulonprogo punya cara ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit yang biasa menyerang ternak kelinci. Selain membuat sistem yang memungkinkan kandang selalu bersih, ia juga rutin memberikan pakan serta ramuan khusus sehingga semua kelincinya sehat serta tahan penyakit.

Dia adalah Suryadi warga dusun Plengos A, Gerbosari, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta. Bapak dua anak ini menyebut kunci sukses dalam beternak atau budidaya kelinci adalah menjaga kondisi kandang agar selalu bersih. Kandang yang selalu bersih akan membuat kelinci menjadi selalu sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Seorang pembudidaya kelinci asal dusun Plengos A, Gerbosari, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta, Suryadi, saat ditemui Cendana News, Senin (13/7/2020) – Foto:. Jatmika H Kusmargana

“Yang penting kandang tidak boleh ada kotoran. Harus selalu bersih. Karena itu kandang harus dibuat sedemikian rupa sehingga kotoran dapat tertampung di wadah. Sebab kotoran berupa urine kelinci nantinya juga bisa dijual sebagai pupuk. Harganya lumayan Rp1.500 per liter,” ungkapnya, baru-baru ini.

Agar kandang selalu bersih dari kotoran, Suryadi sendiri membuat kandang yang terbuat dari besi strimin dengan alas berupa kayu atau bambu. Sementara di bagian bawah alas kandang, dipasang tempat penampung kotoran yang terbuat dari seng dalam posisi miring. Dengan begitu setiap kali kelinci buang kotoran, akan langsung tertampung di wadah yang telah disiapkan, sehingga tidak mengotori kandang.

Sementara itu, untuk pakan, Suryadi rutin memberikan rumput dua kali sehari yakni setiap pagi dan sore. Rumput yang diberikan harus diolah terlebih dahulu dengan cara difermentasi. Campurannya antara lain rumput kering, polar, bekatul serta EM4. Setelah didiamkan selama satu minggu, barulah rumput diberikan sebagai makanan kelinci.

“Jika rumput difermentasi terlebih dahulu, kelinci akan makan dengan lebih lahap. Sehingga pertumbuhannya juga bisa dipacu dengan lebih cepat. Rumput yang telah difermentasi juga lebih bagus untuk pencernaan kelinci,” katanya.

Sementara itu mengatasi sejumlah penyakit yang biasa menyerang ternak kelinci seperti scabies, kembung atau mencret, Suryadi juga rutin memberikan ramuan herbal khusus yang ia buat sendiri. Berupa perasan kunir, garam serta madu. Ramuan ini ia berikan setiap kali kelinci mengalami masalah pencernaan dengan cara dispetkan ke mulut si kelinci.

“Ramuan ini selain bisa menjaga daya tahan tubuh kelinci juga bisa mengobati penyakit kembung atau mencret. Hanya dengan diberikan dalam beberapa hari saja, biasanya kelinci yang terkena penyakit akan langsung sembuh,” bebernya.

Memelihara berbagai jenis kelinci sepertk New Zealand White, Rex, Hycole, Hyla hingga Flame Giant sejak 2016 lalu, Suryadi mampu mendapatkan keuntungan hingga Rp7-8 juta setiap bulannya. Keuntungan itu ia dapat dari hasil menjual anakan kelinci usia 3 bulan dengan harga mulai Rp300 ribu hingga jutaan rupiah per ekor.

Padahal Suryadi memiliki sedikitnya 80 indukan kelinci. Dimana 1 indukan kelinci bisa bereproduksi 7 kali dalam setahun. Dengan jumlah anakan sebanyak 8 ekor per sekali produksi. Sebagai gambaran bobot satu ekor kelinci jenis New Zealand White mencapai 4,2 kilo. Sementara untuk jenis Flame Giant beratnya bisa mencapai 6-7 kilo per ekor.

Lihat juga...