Bangkalan Menambah Ruang Isolasi COVID-19

Gedung Olahraga Bangkalan yang akan dijadikan sebagi ruang isolasi COVID-19, karena masih terus bertambahnya jumlah warga yang terinfeksi – Foto Ant

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menambah jumlah ruang isolasi pasien Corono Virus Disease 2019 (COVID-19). Kebijakan tersebut diambil, karena jumlah warga yang terpapar terus bertambah, dan ruang isolasi yang tersedia saat ini sudah tidak mencukupi.

“Gedung yang telah disepati untuk menjadi ruang isolasi bagi pasien COVID-19 adalah Gedung Olahraga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo, Minggu (5/7/2020).

Sebelumnya, Pemkab Bangkalan telah menjadikan gedung Balai Diklat dan Balai Latihan Kerja, menjadi tempat isolasi pasien COVID-19. Dan sebelumnya, ruangan khusus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Rato Ebuh, Bangkalan juga sudah lebih dahulu dimanfaatkan sebagai ruang isolasi.

Hanya saja, ruang isolasi yang tersedia saat ini sudah tidak mencukupi. Jumlah pasien COVID-19 di kabupaten yang berada di paling barat Pulau Madura ini terus bertambah. Bahkan, Bangkalan tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pasien COVID-19 terbanyak, dibanding tiga kabupaten lainnya, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Hingga 5 Juli 2020 ini, jumlah warga Bangkalan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 tercatat sebanyak 254 orang. Dengan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 75 orang, dan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.075 orang.

Perincian pasien terkonfirmasi positif ini terdiri dari sebanyak 86 orang yang telah dinyatakan sembuh, 134 orang masih dalam perawatan. Dan sebanyak 34 orang sisanya tercatat meninggal dunia. Perincian PDP meliputi, 14 orang dalam pengawasan, 25 orang selesai pengawasan. Dan sebanyak 36 orang meninggal dunia.

Sementara ODP yang terdata Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Bangkalan meliputi, 634 orang dalam pemantauan, dan 441 orang dilaporkan telah selesai dipantau. “Karena perkembangan pasien inilah, maka kami terpaksa harus menambah ruang isolasi baru lagi, selain ruangan yang memang sudah ada disini,” jelas Sudiyo.

Kasus positif Corona di Kabupaten Bangkalan pertama kali terjadi pada 10 April 2020. Yaitu pada seorang warga asal Kecamatan Blega. Pasien positif pertama di Kabupaten Bangkalan itu merupakan perantau yang kembali dari Jakarta. Ia mudik bersama delapan anggota keluarganya melalui jalur darat, dan tiba di Kabupaten Bangkalan dalam kondisi sakit dengan keluhan sesak nafas. Hasil uji swab menunjukkan yang bersangkutan positif terpapar COVID-19. (Ant)

Lihat juga...