Bantul Kembangkan Tanaman Pangan di 5.000 Hektare Lahan Marginal

Lahan pertanian di Bantul – Foto Ant

BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan budi daya tanaman pangan di lahan marginal seluas sekitar 5.000 hektare. Upaya memanfaatkan lahan kurang subur tersebut untuk meningkatkan produktivitas pangan daerah.

“Kalau luas lahan di Bantul sudah dicanangkan sekitar 19 ribu hektare, 13 ribuan hektare di lahan basah dan lima ribu hektare lahan marginal yang akan dikembangkan,” kata Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Yus Warseno, Minggu (5/7/2020).

Lahan basah atau lahan hijau yang subur, dignakan untuk kegiatan pertanian sudah tersedia. Sementara lahan marginal, secara bertahap dibuka untuk bisa ditanami tanaman. Lahan marginal biasanya terdapat di daerah perbukitan, yang selama ini dibiarkan tidak digarap petani. “Nah ini masyarakat petani monggo (silahkan), apalagi sekarang ini dengan dukungan pemerintah melalui peran BPP-BPP (Balai Penyuluh Pertanian) mendorong petani semakin aktif minta untuk dibimbing terus sampai menikmati hasilnya,” tandasnya.

Menurutnya, lahan marginal yang akan dikembangkan untuk budidaya tanaman pangan tersebar di hampir semua kecamatan yang berjumlah 17 wilayah. Seperti di wilayah dataran tinggi Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri, yang sudah dikembangkan tanaman bawang merah ramah lingkungan.

“Semua kecamatan ada, seperti di Nawungan Selopamioro itu awalnya diinisiasi sekarang sudah jadi, sehingga dengan dicanangkan luasan otomatis akan berkembang, kalau sudah dicanangkan biasanya masyarakat tahu akan ada program-program dari pemerintah,” katanya.

Upaya untuk membuka lahan pertanian pada lahan marginal salah satunya dilakukan dengan pembuatan sumur air dalam dengan pengeboran. Fasilitas untuk melengkapi sarana prasarana mendukung kegiatan pertanian, dan mengembangkan potensi lain yang ada. “Kami setiap tahun selalu ada program pemberdayaan petani, dan pendampingan. Kemudian bibit ada terus dari pusat, provinsi dan dari kabupaten, jadi dukungan dari pemerintah ke masyarakat petani kalau saya amati sudah luar biasa,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...